Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul ‘Bonus’ dari PAD: Biar Tak Korupsi?

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyerahkan respons terkait maraknya kepala daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk kasus terbaru yang menjerat Bupati Muara Enim Edison yang baru ditetapkan sebagai tersangka.

Tito Karnavian menekankan, bahwa selain pembinaan, integritas pribadi menjadi faktor penentu.

Ia menerangkan, bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai upaya pembinaan secara rutin, namun hasil akhirnya amat bergantung pada karakter masing-masing pemimpin daerah.

“Iya, pembinaan udah kerap kita lakukan, tapi kan kembali kepada, kepada pribadi masing-masing, ya. Tadi memang ada juga usulan supaya menyerahkan dukungan dana operasional demi kepala daerah. Itu good idea pendapat saya, ya. Tapi ya, supaya nggak ke mana-mana, kan? Tapi apakah dapat menjamin? Pertanyaannya gitu,” ujar Tito di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Guna menekan potensi penyimpangan, Tito melontarkan sebuah gagasan sistemik terkait kesejahteraan kepala daerah.

Ia mengusulkan agar kepala daerah dapat memperoleh insentif yang diambil dari persentase Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tito menilai, sistem ini dapat memicu kreativitas kepala daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah tanpa wajib membebani masyarakat sekitar bersama pungutan liar atau tindakan korupsi.

Yang kedua, saya sempat juga punya ide sebetulnya, kepala daerah dapat memperoleh persentase dari PAD. Kenapa? Kalau, bila dia PAD-nya makin tinggi, maka dia kepala daerahnya makin aktif, kreatif demi mencari anggaran sendiri tanpa memberatkan rakyat,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Kapolri ini menganggap pemberian insentif tersebut merupakan hal yang wajar sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras kepala daerah dalam membangun kemandirian fiskal daerahnya.

“Ya, nggak ada salahnya bila seandainya mereka diberikan insentif, hasil kerjanya mereka, gitu. Karena itu, itu akan, PAD-nya akan bertambah, kan,” tambah Tito.

Tito juga mengkhawatirkan apabila tidak ada sistem insentif yang jelas, motivasi kepala daerah demi berinovasi dan mendongkrak pendapatan daerah akan menurun.

“Tapi bila nggak ada insentifnya, ya barangkali mereka kreativitasnya jadi, jadi nggak semangat gitu lho, kurang semangat demi memperoleh PAD. Kira-kira gitu,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *