Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Sesejumlah Sembilan relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya sukses keluar dari wilayah konflik setelah sempat ditahan oleh otoritas Israel.

Saat ini, seluruh masyarakat sekitar negara Indonesia WNI tersebut dilaporkan telah mendarat di Istanbul, Turki, dalam pengawasan ketat pihak kekonsuleran.

Penyiksaan kejam membayangi penahanan mereka, di mana para relawan ditentukan mendapat tindakan kekerasan fisik yang amat agresif dari militer Israel.

Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri melansir bahwa intimidasi yang dialami para aktivis kemanusiaan ini meliputi pukulan, tendangan, hingga penggunaan alat setrum listrik.

Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, menyerahkan rincian resmi mengenai kondisi terkini para pejuang kemanusiaan tersebut.

“Alhamdulillah pada hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla), telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat.”

Pernyataan bersyukur tersebut disampaikan langsung melalui video yang diunggah oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono di akun media sosialnya.

Meskipun secara umum dinyatakan sehat, Darianto tidak menampik adanya trauma fisik berat akibat perlakuan interogasi di luar batas kemanusiaan.

Konjen RI menegaskan aksi kekerasan yang tidak dapat dibenarkan tersebut berlangsung selama sejumlah hari di dalam ruang tahanan.

Darianto membeberkan fakta mengerikan mengenai represi yang diterima para delegasi kemanusiaan domestik selama masa penyanderaan.

“Walaupun mereka selama tiga-empat hari merasakan kekerasan fisik; ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum.”

Fokus diplomasi perlindungan kini sepenuhnya diarahkan pada percepatan administrasi demi memulangkan rombongan relawan ke tanah air.

Perwakilan diplomatik di Istanbul mengonfirmasi hak-hak logistik dan pemulihan psikologis terpenuhi semasih belum mereka terbang ke Jakarta.

Darianto berjanji birokrasi pemulangan tidak akan berbelit-belit demi keselamatan dan kenyamanan para pihak korban yang masih syok.

“Nanti kami akan mengupayakan kepulangan saudara-saudara kita ke Tanah Air dalam kesempatan pertama.”

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *