Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Nilai tukar Rupiah (IDR) terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bukan sekadar angka di papan bursa.

Nilai tukar rupiah ini merupakan cerminan jatuh bangunnya ekonomi Indonesia.

Sejak merdeka hingga pada saat ini, mata uang Garuda telah melewati berbagai badai, mengawali dari sanering, krisis moneter 1998, hingga tekanan global yang kini membayangi pihak pemerintahan Prabowo Subianto.

Bagaimana sebenarnya sejarah panjang pergerakan Rupiah dan di mana posisi nilai tukar kita di era kepemimpinan Prabowo Subianto? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Era Soekarno

Pada awal kemerdekaan, tepatnya tahun 1950, Rupiah mengawali digunakan secara nasional.

Saat itu, posisinya amat kuat, yakni berada di level Rp3,80 per USD.

Namun, ketidakstabilan politik dan inflasi tinggi perlahan menggerus nilainya.

Tahun 1957, Rupiah merosot ke level Rp90 dan krisis semakin parah pada 1962 hingga menyentuh Rp1.205.

Puncaknya terjadi saat peristiwa G30S PKI tahun 1965, Rupiah anjlok ke angka Rp4.995 per USD.

Guna menyelamatkan ekonomi, pihak pemerintah menjalankan sanering atau pemotongan nilai uang di mana Rp1.000 lama menjadi Rp1 baru, yang dipatok pada Rp0,25 per USD.

Era Soeharto

Di awal Orde Baru, Rupiah sempat stabil di kisaran Rp250 hingga Rp500 per USD.

Namun, badai sesungguhnya datang pada akhir era 90-an. Krisis Moneter (Krismon) 1997-1998 menjadi titik terkelam dalam sejarah Rupiah.

Dari posisi Rp2.248 di tahun 1995, Rupiah terjun bebas hingga mencapai rekor terlemah sepanjang sejarah pada Juni 1998 di level Rp16.800 per USD.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *