MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Perindustrian (Kemenperin) mengonfirmasi pabrik tekstil PT Samwon Busana Indonesia di Jepara akan tutup operasi. Perusahaan terakhir akan mengoperasikan pabrikan hingga 31 Juli 2026.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyebutkan informasi yang menyebut PT Samwon Busana Indonesia menutup seluruh kegiatan usacuma di Indonesia tidak tepat.
Menurut dia, korporasi cuma menjalankan restrukturisasi operasional di Unit Jepara. Sementara Unit Semarang ditentukan tetap beroperasi.
“Kami meluruskan bahwa badan usaha PT Samwon Busana Indonesia tidak keluar dari Indonesia atau tutup secara total, melainkan sedang menjalankan restrukturisasi operasional pada Unit Jepara. Meski demikian, nasib sekitar 670 pekerja terdampak di Jepara tetap menjadi prioritas perhatian kami,” ujar Febri kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Ia menerangkan, Unit Semarang hingga kini masih menjalankan kegiatan produksi. Bahkan, fasilitas tersebut baru meningkatkan kapasitas daya listrik sebesar 56 persen, dari 555.000 VA menjadi 865.000 VA pada 16 Juli 2026 demi mendukung peningkatan kapasitas produksi dan aktivitas ekspor.
Karena itu, Febri telah memanggil pihak manajemen demi membahas makin lanjut persoalan penutupan ini.
“Kemenperin memanggil pihak manajemen PT Samwon demi duduk bersama, mengimbau klarifikasi data, serta mengeksekusi langkah-langkah mitigasi komprehensif demi meminimalkan dampak sosial dan ekonomi,” ungkapnya.
Selain itu, Kemenperin akan berkoordinasi bersama Keaparatur negara kementerianan Ketenagakerjaan dan Dinas Ketenagakerjaan setempat agar proses penyelesaian hubungan industrial berjalan sesuai ketentuan, termasuk mengonfirmasi pembayaran pesangon dan hak-hak pekerja.
Pemerintah juga menyiapkan pemetaan penyerapan kembali tenaga kerja yang terdampak melalui koordinasi bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), APINDO, serta sejumlah korporasi garmen di Jawa Tengah.
Di sisi lain, Febri menegaskan pihaknya akan menjalin komunikasi bersama kantor pusat grup korporasi di Korea Selatan dan para pembeli utama dari Amerika Serikat demi menjaga keberlanjutan investasi serta mempertahankan pesanan ekspor agar tetap diproduksi di Indonesia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

