MediaMerdeka.com – Persoalan pembangunan di Papua menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi dan bedah buku Thom Beanal: Pastor Awam, Kepala Suku, dan Bapa Bangsa Papua.
Penulis sekaligus sejarawan Bernarda Meteray menyebutkan buku tersebut penting demi menyaksikan kembali persoalan pembangunan Papua yang masih berkaitan bersama konflik dan kekerasan yang terjadi hingga kini.
“Menarik mengapa buku Thom ini amat penting sekali lantaran ini berkaitan bersama masalah pembangunan,” kata Bernarda dalam diskusi, Senin (24/8/2026).
Bernarda menerangkan, Thom Beanal dalam pemikirannya menyoroti situasi konflik dan kekerasan yang masih terjadi di Papua.
Kondisi tersebut, menurutnya, juga berjalan beriringan bersama semakin termarginalisasinya orang asli Papua di tanah mereka sendiri.
“Sebenarnya Pak Thom menandaskan bahwa situasi konflik dan kekerasan masih saja terjadi di tanah Papua. Di sisi lain diakui bahwa orang asli Papua semakin minoritas di tanahnya,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan, Bernarda lalu mempertanyakan apakah pihak pemerintah pusat selama ini telah memahami kebutuhan masyarakat sekitar Papua secara utuh, termasuk sejarah Papua dalam perjalanan sebagai untukan dari Indonesia.
“Berkaitan bersama masalah pembangunan, bahwa pertama apakah Jakarta selama ini memahami seluruh aspek orang Papua, berkaitan bersama pembangunan, yang kedua apakah Jakarta memahami sejarah proses Papua sebagai untukan dari negara bangsa Indonesia,” kata Bernarda.
Ia menilai berbagai kebijakan pembangunan yang selama ini diterapkan masih belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat sekitar Papua.
Karena itu, pembangunan semestinya tidak cuma dilihat dari sisi kebijakan pihak pemerintah, namun juga dari kebutuhan masyarakat sekitar yang menjadi sasaran pembangunan.
“Karena ternyata dalam sejumlah pandangan pembangunan Papua selama ini jawabannya masih belum sepenuhnya sesuai kebutuhan dan aspirasi.Sesungguhnya pembangunan yang diharapkan merupakan sesuai bersama kebutuhan masyarakat sekitar yang ada di tanah Papua,”tuturnya.
Bernarda pun mempertanyakan kembali tujuan pembangunan apabila persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar Papua tidak ikut diberakhirkan.
Ia menyebutkan, penyelesaian berbagai persoalan menjadi penting agar masyarakat sekitar tidak merasa pembangunan justru berada di luar kepentingan mereka.
“Pembangunan demi siapa sebenarnya. Ya inilah harapan kita seluruh agar pembangunan diharapkan sungguh menjawab. Apabila seluruh permasalahan tidak ditangani tentu saja masyarakat sekitar merasa bahwa pembangunan itu bukan untukan dari mereka,” kata Bernarda.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

