MediaMerdeka.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mengawali berdampak pada aktivitas ekonomi. Pelaku usaha mengaku merasakan kerugian lantaran operasional terganggu, sementara DPRD Kota Singkawang mengimbau PT PLN (Persero) meningkatkan keterbukaan informasi terkait penyebab dan penanganan gangguan kelistrikan.
Salah satu tersangka usaha yang terdampak merupakan Owner Rumah Laundry Bengkayang, Yanti. Ia menyebutkan pemadaman listrik yang berlangsung dalam dua hari terakhir menciptakan usacuma kesulitan memenuhi pesanan pelanggan, terutama layanan cuci ekspres yang bergantung pada mesin.
“Kalau terjadi pemadaman dalam waktu lama dan tidak ada pemberitahuan H-1, tentu amat merugikan. Kami biasanya menyambut baik cucian ekspres yang diantar pagi dan berakhir sore. Karena tidak tahu akan ada pemadaman, kami tetap menyambut baik pesanan, namun akhirnya tidak dapat menepati janji kepada pelanggan,” katanya di Bengkayang, bagaikan dkutip dari Antara, Jumat (3/7/2026).
Menurut Yanti, selain menurunkan kepercayaan pelanggan, pemadaman juga menggerus pendapatan usaha. Ia memperkirakan kehilangan sekitar Rp300 ribu setiap hari cuma dari layanan ekspres. Di sisi lain, keterlambatan penyelesaian cucian reguler menciptakan usaha tersebut wajib mengeluarkan biaya tambahan demi lembur pegawai.
“Dalam sehari biasanya ada sekitar lima pelanggan layanan ekspres bersama nilai sekitar Rp60 ribu per orang. Kalau tidak dapat dikerjakan, kami kehilangan sekitar Rp300 ribu. Belum lagi cucian reguler ikut terlambat berakibat kami wajib mengimbau pegawai lembur dan tentu ada tambahan biaya operasional,” ujarnya.
Ia menginginkan PLN dapat menyerahkan informasi jadwal pemadaman minimal satu hingga dua hari semasih belum pelaksanaan berakibat tersangka usaha memiliki waktu demi menyesuaikan operasional dan mengatur pesanan pelanggan.
“Kalau memang terpaksa dilakukan pemadaman, teramat tidak informasikan H-2 agar kami dapat bersiap dan tidak menyambut baik pesanan yang akhirnya tidak dapat diberakhirkan,” katanya.
Yanti juga menginginkan pemadaman tidak dilakukan pada jam-jam produktif lantaran berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kalau kami terlambat membayar listrik ada sanksi, bahkan dapat diputus. Sementara ketika listrik padam dan menciptakan kami merasakan kerugian, tidak ada kompensasi. Harapan kami, bila memang wajib dilakukan pemadaman, sedapat barangkali jangan pada jam produktif masyarakat sekitar lantaran dampaknya amat besar untuk tersangka usaha,” ujarnya.
Keluhan serupa mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra. Ia mengimbau PLN menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat sekitar mengenai penyebab pemadaman yang terjadi hampir di seluruh wilayah Kota Singkawang dalam sejumlah hari terakhir.
“Dalam sejumlah hari terakhir masyarakat sekitar Kota Singkawang dihadapkan pada pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah kelurahan. Kondisi ini tentu amat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar,” katanya.
Menurut Sumberanto, masyarakat sekitar berhak mengetahui penyebab gangguan, langkah penanganan yang dilakukan, hingga estimasi pemulihan pasokan listrik. Ia menilai komunikasi yang baik diperlukan agar masyarakat sekitar tidak berspekulasi mengenai penyebab gangguan.
“Namun ketika terjadi gangguan yang berdampak luas bagaikan pada saat ini, komunikasi kepada masyarakat sekitar wajib makin ditingkatkan. Dengan adanya penjelasan yang terbuka, masyarakat sekitar tidak perlu berspekulasi mengenai penyebab gangguan berakibat kepercayaan publik terhadap PLN tetap terjaga,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menerangkan pemadaman terjadi akibat gangguan teknis pada sistem suplai pembangkit yang memasok kebutuhan listrik di Kota Singkawang dan sejumlah wilayah Kabupaten Bengkayang.
“Proses perbaikan telah dilakukan sejak sehari semasih belumnya, namun pasokan listrik masih belum dapat kembali normal berakibat masih diperlukan pemadaman bergilir bersama durasi maksimal sekitar lima jam di sejumlah lokasi,” katanya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

