RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla. Di dalamnya termasuk dua jurnalis Republika dan 9 aktivis asal Indonesia.

Juru Bicara Pertama Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyebutkan pihak pemerintah memakai saluran komunikasi demi memantau WNI yang ikut dalam misi kemanusiaan itu.

“Pemerintah RI mengecam keras aksi militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata Yvonnne, dikutip hari Selasa (19/5/2026).

Kemlu menyebutkan, hingga pada saat ini ada 10 kapal yang ditangkap Israel. Kapal itu termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

“Kami mendapat informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), ada WNI bernama Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef. Dia delegasi GPCI Rumah Zakat,” kata dia.

Lalu, di kapal lainnya, terdapat dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono. Pihaknya masih berupaya menghubungi kapal tersebut.

“Situasi di sana tentu amat dinamis. Segala kebarangkalian memerlukan antisipasi.”

Kemlu mengimbau Israel membebaskan kapal dan seluruh aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu.

Tak cuma itu, Yvonne juga mendesak agar bantuan kemanusiaan dalam kapal-kapal tersebut dapat sampai ke Palestina.

Kemlu menyebutkan, sejak awal pihaknya melalui Ditjen Perlindungan WNI telah berkoordinasi bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi mengonfirmasi keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka.

Selain Dua Jurnalis Republika, Ada 7 WNI Ditangkap

Sebagai informasi, dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang ditangkap oleh tentara Israel. Republika mengecam keras tindakan tentara Israel tersebut.

Selain dua jurnalis itu, dalam peserta misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 itu terdapat tujuh WNI yang ikut.

“Selain dua jurnalis kami, ada sembilan relawan Indonesia. Mereka menjalankan tugas jurnalistik serta kemanusiaan. Tentu, keselamatan mereka merupakan perhatian serius dari kami,” kata Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin.

Republika mengecam keras tindakan yang dilakukan Israel ini. Sebab, tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *