Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat sekitaran (Imipas) Agus Andrianto menyarankan Wakil Menteri Imipas Silmy Karim demi bersikap akomodatif terhadap proses hukum yang tengah berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya, KPK diketahui sedang mencari keberadaan Silmy Karim dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi terkait pengurusan izin tinggal masyarakat sekitar negara asing (WNA).

“Saran saya akomodatif,” kata Agus kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, setiap proses hukum yang berjalan wajib didukung dan seluruh pihak perlu bersikap akomodatif terhadap langkah yang tengah dilakukan KPK.

“Proses hukum berjalan wajib kita support dan saya minta demi seluruh akomodatif mendukung proses yanng berjalan,” ujar Agus.

Di sisi lain, KPK menerangkan Silmy Karim diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengurusan izin tinggal untuk masyarakat sekitar negara asing (WNA) saat masih menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi periode 2023-2024.

“Dirjen Imigrasi 2023-2024,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

Meski begitu, KPK pada saat ini masih menjalankan pencarian terhadap Silmy. Budi menerangkan pemeriksaan terhadap Silmy diperlukan demi mengetahui makin rinci mengenai keterlibatannya dalam perkara ini.

“Oleh lantaran itu, kami juga mengimbau agar yang bersangkutan juga dapat kooperatif ya, barangkali dapat menyerahkan diri ke KPK berakibat dapat menolong proses penanganan perkara ini,” ujar Budi.

Pencarian terhadap Silmy masih berkaitan bersama operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Semasih belumnya, KPK telah mengamankan 17 orang dalam operasi senyap ini. Delapan orang di antaranya merupakan penyelenggara negara dan pegawai negeri sipil (PNS), sementara itu sembilan lainnya berasal dari pihak swasta.

Budi menyebutkan operasi senyap ini turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kendaraan roda dua dan roda empat hingga uang tunai.

“Ada belasan orang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan peristiwa tertangkap tangan kali ini, dan juga barang bukti yang diamankan ada kendaraan mobil, motor, dan juga barang bukti dalam bentuk uang tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam bentuk logam mulia emas,” ungkap Budi.

Saat ini, lanjut dia, tim masih bergerak di lapangan. Mereka mendatangi wilayah Bali dan Jawa Barat.

“Ini kan masih terkait bersama proses keimigrasian, ya. Kan ada di sejumlah titik, ya, biasanya proses-proses itu,” tandas Budi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *