Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menyerahkan dukungan penuh kepada jajaran Polri, khususnya Polda Metro Jaya, demi mengusut tuntas misteri kematian Sutrimo (42).

Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran pihak korban diduga memiliki keterkaitan sebagai mantan kepala rumah tangga eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).

Meski sempat dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring, pihak korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Menyikapi hal tersebut, Rudianto Lallo menegaskan pentingnya pengungkapan kasus secara profesional dan berbasis ilmiah (scientific crime investigation) guna menghindari simpang siur informasi.

“Kita mendukung penuh Polri, khususnya Polda Metro Jaya, demi mengusut tuntas kematian Sutrimo. Prosesnya wajib dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis pembuktian ilmiah berakibat seluruh fakta dapat terungkap bersama terang,” kata Rudianto kepada MediaMerdeka.com, Senin (27/7/2026).

Rudianto mengingatkan bahwa opini yang berkembang di media sosial cukup masif terkait perkara ini.

Ia mengimbau aparat penegak hukum bekerja secara independen dan tidak terpengaruh oleh tekanan opini publik yang masih belum tentu benar.

“Biarkan penyidik bekerja. Jangan sampai ruang publik dipenuhi asumsi yang masih belum tentu benar. Yang dibutuhkan masyarakat sekitar merupakan ketentuan hukum berdasarkan fakta, bukan spekulasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, legislator asal Makassar ini mengimbau seluruh pihak menghormati proses penyelidikan yang tengah berjalan.

Ia menekankan bahwa kejujuran hasil penyelidikan merupakan kunci utama menjaga marwah kepihak kepolisianan.

“Kalau memang ada unsur pidana, tentu wajib diproses sesuai hukum. Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan memperlihatkan tidak ada tindak pidana, itu juga wajib dijelaskan secara terbuka kepada publik. Transparansi menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Hingga pada saat ini, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih menjalankan penyelidikan intensif. Penyidik telah menjalankan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, menelusuri rekaman CCTV, hingga mendalami rekam medis serta riwayat pemesanan ambulans pihak korban.

Meski muncul kabar yang mengaitkan pihak korban bersama mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa identitas serta keterkaitan pihak korban bersama pihak tertentu masih dalam proses pendalaman.

Lebih lanjut, Rudianto mengimbau publik demi bersabar menunggu hasil resmi dari kepihak kepolisianan.

“Saya yakin penyidik Polda Metro Jaya akan bekerja secara profesional. Kita tunggu hasil penyelidikan yang komprehensif agar perkara ini menjadi terang dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *