Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengonfirmasi pihak pemerintah terus menjalankan langkah antisipasi demi mencegah meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik Timur Tengah.

Menurut Afriansyah, situasi geopolitik internasional yang memanas berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia, berakibat pihak pemerintah wajib bergerak cepat menjaga kondisi ketenagakerjaan nasional.

“Nah, kita dalam waktu dekat mengantisipasi terjadinya PHK yang dapat menciptakan sejumlahnya pengangguran yang ada di Indonesia,” kata Afriansyah di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Patriot Move 2026 yang digelar Keaparatur negara kementerianan Transmigrasi dan dirangkaikan bersama lari bersama peserta Ekspedisi Patriot dalam momentum Car Free Day di kawasan Bundaran HI.

Ia menyebutkan kondisi perang dan ketidaktentuan global pada saat ini memberi tekanan besar terhadap perekonomian dunia.

“Kita juga kini pada tahap kondisi global dunia, perang, ini berdampak kepada seluruh negara termasuk Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Afriansyah, terus memantau perkembangan kondisi global agar dampaknya terhadap sektor industri dan tenaga kerja nasional dapat ditekan semaksimal barangkali.

“Tingkat pengangguran kini ini setara bersama 7,4 juta orang, sekitar 4,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia,” bebernya.

Sebagai langkah konkret, pihak pemerintah memperluas program ketenagakerjaan, termasuk menaikkan kuota Program Magang Nasional pada 2026 dari semasih belumnya 100 ribu menjadi 150 ribu peserta.

“Jadi demi tahun 2026, Bapak Presiden (Prabowo Subianto) melalui Keaparatur negara kementerianan Ketenagakerjaan juga membuka insya Allah lowongan sekitar 150 ribu, jadi dari 100 ribu naik menjadi 150 ribu,” jelasnya.

Program tersebut ditujukan demi menolong lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan agar makin siap menyikapi kebutuhan industri yang semakin kompetitif.

Selain magang, pihak pemerintah juga memperluas pelatihan vokasi nasional untuk lulusan SMA dan SMK melalui balai pelatihan kerja di berbagai daerah.

“Itu membuka (kuota) 70 ribu pelatihan, silakan mendaftar dan mengikuti. Pendaftarannya di aplikasi SIAPKerja. Di situlah nanti teman-teman dapat ikut mendaftar di magang hub, lalu juga ikut di vokasi nasional atau pelatihan vokasi nasional,” katanya.

Afriansyah mengimbuhkan peserta pelatihan juga akan memperoleh bantuan uang saku selama mengikuti program.

“Di situ nanti diberikan insentif itu per hari demi uang sakunya Rp20.000, terus pelatihannya gratis selama dapat mengikuti bersama baik dan memperoleh sertifikasi dari negara,” tambah Wamenaker.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *