Demi Tidak Korupsi Pemerintah Bakal Naikkan Gaji Pejabat Negara, Menteri Kantongi Rp40 M

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Singapura akan menaikkan gaji para aparatur negara negaranya bersama presentase makin dari 60 persen, meski remunerasi aparatur negara kementerian dan perdana aparatur negara kementerian di negara itu telah menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan kebijakan tersebut dalam sidang parlemen, Selasa (8/9/2026) waktu setempat.

Kenaikan itu menciptakan gaji patokan tahunan perdana aparatur negara kementerian menjadi 3,6 juta dolar Singapura atau setara Rp50,2 miliar.

Semasih belumnya, gaji tahunan perdana aparatur negara kementerian berada di angka 2,2 juta dolar Singapura. Artinya, kenaikannya mencapai sekitar 1,4 juta dolar Singapura atau makin dari 60 persen.

Wakil perdana aparatur negara kementerian juga akan merasakan kenaikan dari 1,87 juta dolar Singapura menjadi 3,06 juta dolar Singapura per tahun.

Sementara itu, gaji aparatur negara kementerian akan berada di kisaran 1,80 juta hingga 2,88 juta dolar Singapura atau setara Rp40,15 miliar, bergantung pada senioritas dan tanggung jawab portofolio.

Wong menyebutkan kenaikan tersebut direkomendasikan oleh komite independen. Namun, para aparatur negara yang pada saat ini menjabat tidak langsung menyambut baik besaran gaji patokan baru tersebut.

Mulai 15 Oktober, mereka akan memperoleh penyesuaian satu kali hingga 9 persen. Besarannya akan disesuaikan bersama kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kinerja.

“Gaji politik merupakan isu yang sulit dan emosional,” kata Wong dikutip dari The Sun Malaysia.

Ia mengakui besarnya remunerasi tersebut menjadi perhatian masyarakat sekitar Singapura lantaran nilainya jauh melampaui pendapatan seuntukan besar masyarakat sekitar.

Karena itu, menurut Wong, wajar apabila masyarakat sekitar menjalankan pengawasan ketat terhadap kebijakan tersebut.

Namun, Wong menegaskan persoalan gaji aparatur negara pada akhirnya berkaitan bersama kemampuan Singapura mempertahankan kualitas kepemimpinan politik dalam jangka panjang.

“Pemerintahan yang baik bergantung pada kepemimpinan yang baik,” ujarnya.

Menurut pihak pemerintah Singapura, tingginya gaji aparatur negara politik diperlukan demi menarik talenta berkualitas dan mengonfirmasi tata kelola pihak pemerintahan berjalan baik.

Kebijakan itu juga menjadi untukan dari upaya mempertahankan standar pihak pemerintahan Singapura yang selama ini dikenal relatif bersih dari korupsi.

Kenaikan tersebut menjadi sorotan lantaran gaji perdana aparatur negara kementerian Singapura semasih belumnya saja telah jauh makin tinggi dibandingkan penghasilan sejumlah pemimpin negara besar, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara G7.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *