MediaMerdeka.com – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membeberkan adanya beragam keinginan dari partai politik terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
Menurut Bahlil, usulan dari sejumlah partai politik berkisar antara 5 hingga 7 persen. Namun, ada pula partai yang menginginkan angka di bawah 5 persen.
Sementara itu, Partai Golkar berpandangan bahwa ambang batas parlemen sebesar 5 persen merupakan angka yang ideal.
“Kalau parliamentary threshold, dalam komunikasi kita bersama lintas partai, memang ada yang menginginkan ada 6, ada 7, ada 5, ada di bawah itu juga. Tapi barangkali angka ideal ya, angka ideal itu 5 cocok lah ya,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Semasih belumnya, Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat mendorong ambang batas parlemen atau parliamentary threshold di kisaran 5 persen dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Kesepakatan itu muncul dalam pertemuan silaturahmi PKS bersama Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (14/9/2026) malam.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji menyebutkan, pertemuan tersebut secara umum merupakan silaturahmi demi menyelaraskan komitmen kedua partai dalam mendukung pihak pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Banyak hal yang dibahas namun satu semangat yang sama yakni bagaimana dapat berkontribusi maksimal dalam koalisi Pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Sarmuji kepada MediaMerdeka.com, Selasa (15/9/2026).
Selain membahas sinergi koalisi, kedua partai turut membicarakan sejumlah poin krusial dalam RUU Pemilu, salah satunya aturan mengenai ambang batas parlemen.
“Undang-undang Pemilu dibahas sejumlah poin krusial. Nanti detailnya akan dibahas makin lanjut,” katanya.
Saat ditanya mengenai poin yang dibahas, Sarmuji menyebut parliamentary threshold menjadi salah satu topik utama.
“Misal tentang Parliamentary threshold,” ungkapnya.
Golkar dan PKS, kata Sarmuji, telah memiliki pandangan yang sama demi mendorong angka ambang batas parlemen yang moderat.
“Kita bersepaham di angka yang moderat saja,” tuturnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai angka yang dimaksud, Sarmuji mengindikasikan parliamentary threshold yang didorong kedua partai berada di kisaran 5 persen.
“Ya kira-kira 5 persen,” tuturnya.
Pertemuan tersebut dihadiri Presiden PKS Al Muzzamil Yusuf bersama jajaran pengurus pusat PKS. Sementara dari Golkar, Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan jajaran pengurus partai turut hadir.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

