BEM Bersatu Ternyata Mahasiswa Palsu? Deretan Kampus yang ‘Diseret’ Konpers Beri Klarifikasi Keras

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Gelombang klarifikasi dari berbagai organisasi kalangan akademisi muncul setelah Aliansi BEM Bersatu menggelar konferensi pers terkait aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.

Konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (16/6/2026) itu menghadirkan sejumlah individu yang mengatasnamakan organisasi kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam forum tersebut, Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyampaikan sejumlah dugaan terkait dukungan logistik terhadap aksi penolakan MBG serta kebarangkalian adanya keterhubungan bersama kelompok politik tertentu.

Menanggapi konferensi pers tersebut, sejumlah badan eksekutif kalangan akademisi dan kelompok kalangan akademisi lintas kampus secara terbuka menegaskan tidak sempat menyerahkan mandat maupun mengirim perwakilan demi berbicara atas nama organisasi mereka dalam forum tersebut.

Bantahan itu memunculkan pertanyaan mengenai validitas representasi peserta yang hadir dalam konferensi pers dan sejauh mana mereka benar-benar mewakili organisasi kekalangan akademisian yang disebutkan.

Situasi tersebut berkembang menjadi sorotan publik lantaran konferensi pers BEM Bersatu semasih belumnya mengangkat dugaan keterlibatan jaringan politik tertentu di balik rangkaian aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis yang terjadi di sejumlah daerah.

Daftar Daftar Hadir BEM di Konferensi Pers

Berikut ini daftar hadir perwakilan BEM universitas yang disebut tergabung dalam Aliansi BEM Bedrsatu:

  1. Wildan Ricky, Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA.
  2. Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ.
  3. Ardi Zulkifly, Ketua BEM FISIP UNAS.
  4. Ardiansyah, Ketua BEM Institut Al Aqidah.
  5. Ahmad Ghazy dari BEM Psikologi UNJ.
  6. Alfi, Ketua BEM FEB Universitas Pamulang (UNPAM).
  7. Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC.
  8. Dicky dari BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI (Unindra).
  9. Ahmad dari BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
  10. Rezky Anandar dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.

Daftar BEM Kampus yang Bantah Keterlibatan

Setelah konferensi pers BEM Bersatu digelar, sejumlah perwakilan kalangan akademisi dari masing-masing kampus yang disebut dalam daftar hadir menyerahkan klarifikasi. Mereka membantah terlibat dalam aliansi tersebut dan menuntun nama-nama yang ada dalam daftar hadir tersebut menyampaikan permohonan maaf lantaran telah menyatut nama institusi tanpa izin.

1. BEM Fakultas Teknik Industri Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)

BEM Fakultas Teknik Industri Universitas Bina Sarana Informatika menjadi salah satu organisasi yang mengeluarkan klarifikasi resmi. Melalui akun Instagram resmi mereka, organisasi tersebut menegaskan tidak sempat terlibat dalam konferensi pers Aliansi BEM Bersatu.

Mereka menegaskan tidak sempat mengirimkan delegasi, menyerahkan mandat, maupun menunjuk seseorang demi berbicara atas nama organisasi dalam forum tersebut. Bahkan, dalam pernyataannya, BEM FTI UBSI menegaskan tidak memiliki pengurus, anggota, ataupun ketua bernama Ahmad sebagaimana disebut dalam sejumlah pemberitaan terkait konferensi pers.

“BEM FTI UBSI tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama ‘Ahmad’ sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan terkait,” demikian pernyataan resmi melalui akun Instagram BEM FTI UBSI.

2. BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta

BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta juga menyampaikan bantahan serupa. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial, organisasi tersebut menegaskan tidak sempat menyerahkan persetujuan kepada pihak mana pun demi mewakili maupun memakai nama BEM Fakultas Psikologi UNJ dalam kegiatan tersebut.

“BEM FPsi UNJK tidak sempat menyerahkan persetujuan kepada pihak tersebut demi mewakilkan dan memakai nama BEM FPSI UNJ,” demikian pernyataan sikap yang dimuat di akun Instagram resmi @bemfpsiunj.

Mereka menerangkan bahwa individu yang disebut hadir dalam konferensi pers merupakan alumni Fakultas Psikologi UNJ angkatan 2020 dan bukan untukan dari kepengurusan aktif BEM Fakultas Psikologi UNJ tahun 2026.

Karena itu, organisasi tersebut menegaskan seluruh pernyataan dan sikap yang disampaikan dalam forum tersebut merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan dan tidak mewakili institusi kalangan akademisi di kampus tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *