Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Dunia hukum dan politik tanah air dikejutkan bersama keputusan mendadak pengacara senior Elza Syarief.

Sosok yang dikenal kerap menangani kasus-kasus besar ini secara resmi menegaskan mundur dari posisi kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya.

Sony merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang tengah menjadi sorotan publik luas.

Keputusan Elza Syarief ini memicu tanda tanya besar, mengingat sejak awal ia menyerahkan pendampingan hukum secara cuma-cuma.

Elza membeberkan bahwa motivasi awalnya mendampingi Sony Sanjaya murni didasari oleh keinginan demi menolong penegakan hukum tanpa mengharapkan imbalan materi.

Hal ini menjadi anomali di tengah kasus korupsi besar yang biasanya melibatkan biaya jasa hukum yang fantastis.

Elza Syarief menegaskan bahwa dirinya menangani perkara tersebut secara probono. Ia mengaku tidak memungut biaya sepeser pun dari Sony Sanjaya selama proses hukum berjalan.

Komitmen ini ia sampaikan sebagai bentuk profesionalisme dan kepedulian terhadap kasus yang menyangkut kepentingan publik tersebut.

Saya bantu pak SS (Sony Sonjaya) secara probono alias gratis,” kata Elza kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Lebih lanjut, Elza menerangkan bahwa transparansi keuangan antara pengacara dan klien merupakan hal yang mutlak.

Dalam kasus Sony Sanjaya, ia mengonfirmasi tidak ada aliran dana apa pun yang masuk ke kantong pribadinya maupun tim hukumnya.

Ia membantah adanya isu mengenai permintaan imbalan di balik layar selama masa pendampingan.

“Tidak sempat terima uang sepeserpun dan tidak sempat minta juga dan tdk ada permintaan uang sama sekali,” ujarnya.

Alasan utama Elza bersedia terjun langsung membela Sony Sanjaya pada awalnya merupakan demi mengonfirmasi bahwa konstruksi kasus korupsi di Badan Gizi Nasional ini dapat terungkap secara jelas.

Sebagai praktisi hukum senior, ia merasa memiliki tanggung jawab moral agar perkara yang merugikan negara ini tidak menjadi simpang siur di mata masyarakat sekitar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *