Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Aksi provokatif Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang mengunggah video intimidasi terhadap ratusan aktivis kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla justru menjadi bumerang untuk negaranya. Tindakan tersebut memicu keretakan domestik yang tajam sekaligus gelombang kecaman diplomatik dari berbagai belahan dunia.

Peristiwa ini membongkar rapuhnya koordinasi internal kabinet Israel dalam merespons tekanan internasional terkait blokade kemanusiaan. Sentimen negatif global kini bergeser, dari yang semula fokus pada aksi pencegatan kapal menjadi sorotan tajam atas pelanggaran hak asasi manusia.

Alih-alih memperkuat posisi politik Israel, flexing kekuasaan Ben-Gvir dinilai meruntuhkan narasi pembelaan diri yang selama ini dibangun Yerusalem. Isu ini bersama cepat memantik respons keras dari sekutu Barat hingga negara-negara Timur Tengah.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung mengambil jarak dari tindakan aparatur negara kementerian sayap kanan tersebut demi meredam gejolak geopolitik. Meski mendukung pembatasan wilayah, Netanyahu menegaskan bahwa metode yang dipamerkan sang aparatur negara kementerian telah melanggar batas norma.

“Meskipun Israel memiliki hak penuh demi menghentikan armada provokatif dari para pendukung teroris Hamas, cara Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir memperlakukan para aktivis tidak sejalan bersama nilai dan norma Israel,” ujar Netanyahu dikutip dari AP.

Dalam rekaman video yang dirilis hari Rabu, Ben-Gvir tampak berjalan congkak di antara sekitar 430 aktivis yang ditahan bersama tangan terikat. Seuntukan besar tahanan dipaksa berlutut hingga kepala mereka menyentuh lantai ruang tahanan darurat di dek kapal.

“Selamat datang di Israel, kamilah tuan tanahnya,” kata Ben-Gvir sambil melambaikan bendera besar Israel.

Ketika seorang aktivis berteriak “Bebaskan Palestina”, petugas keamanan langsung membantingnya ke lantai secara kasar di depan kamera. Pada cuplikan lain, Ben-Gvir kembali melontarkan kalimat ejekan yang merendahkan martabat para tahanan kemanusiaan tersebut.

“Mereka datang ke sini penuh kebanggaan bagaikan pahlawan besar. Lihat mereka kini,” ucap Ben-Gvir.

Tindakan itu sengaja dipublikasikan demi menekan perdana aparatur negara kementerian agar menyerahkan otoritas penuh kepadanya dalam menjatuhkan hukuman. Ben-Gvir secara terbuka menuntut ruang gerak yang makin luas demi memenjarakan para aktivis tersebut.

“Saya katakan kepada Perdana Menteri Netanyahu, serahkan mereka kepada saya demi waktu yang amat lama, serahkan mereka kepada kami demi penjara teroris,” kata Ben-Gvir.

Aksi sepihak ini langsung menyulut kemarahan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang menyaksikan dampak buruknya terhadap diplomasi luar negeri. Melalui platform X, Saar secara terbuka menyerang rekan sejawatnya tersebut lantaran dianggap mempermalukan negara di panggung internasional.

“Anda bersama sengaja menyebabkan kerugian untuk Negara kita dalam pertunjukan yang memalukan ini. Tidak, Anda bukan wajah Israel,” tulis Saar.

Konfrontasi tersebut menjalar hingga ke ruang parlemen Israel ketika kedua aparatur negara tinggi ini saling melemparkan argumen sengit. Ben-Gvir membalas tuduhan tersebut bersama menuding Saar telah memperlihatkan mentalitas yang lemah di hadapan musuh.

Ben-Gvir menuduh Saar telah “tunduk pada teroris” dan menegaskan bahwa permintaan maaf apa pun dari Israel akan mengirimkan pesan “kelemahan”, “ketundukan”, dan “penyerahan diri”.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *