MediaMerdeka.com – Implementasi Aspal Buton Olahan (Asbuton) mengawali memasuki tahap pelaksanaan setelah terbitnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2026.
Regulasi tersebut mendorong pemanfaatan material dalam negeri pada pembangunan dan preservasi jalan nasional, sekaligus menuntut kesiapan industri konstruksi dalam penyediaan teknologi pendukung.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara MCP East Java Construction Forum 2026 bertajuk Driving the Future of Road Construction Through Policy & Innovation yang digelar PT Multicrane Perkasa (MCP) bersama Ammann dan Sumitomo di Shangri-La Hotel Surabaya, Rabu (5/8/2026).
Direktur Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Keaparatur negara kementerianan Pekerjaan Umum, Airyn Saputri Harahap, mengimbau industri mengikuti arah kebijakan pembangunan infrastruktur jalan, termasuk implementasi Permen PU Nomor 10 Tahun 2026 mengenai penggunaan Aspal Buton Olahan.
“Pengunaan aspal buton olahan merupakan untukan dari peningkatan pemanfaatan material dalam negeri,” ujar Airyn kepada wartawan.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Preservasi I BBPJN Jawa Timur-Bali Okto Ferry Silitonga menyaksikan adanya prospek pembangunan dan preservasi jalan nasional di wilayah Jawa Timur-Bali disertai tantangan pelaksanaan proyek.
“Karena itu, butuh teknologi demi mendukung kualitas dan produktivitas pekerjaan konstruksi,” katanya.
Seiring implementasi regulasi tersebut, sejumlah korporasi mengawali menyiapkan teknologi yang dapat mendukung penggunaan Aspal Buton Olahan dalam proses konstruksi jalan.
Salah satunya melalui Asphalt Mixing Plant ABC120 EcoTec yang diperkenalkan Ammann. Teknologi tersebut dirancang demi mendukung produksi campuran aspal bersama Asbuton, sekaligus dilengkapi sistem asphalt recycling guna meningkatkan efisiensi pemanfaatan material.
Dalam kesempatan itu, Sumitomo memperkenalkan Asphalt Paver HA90C-3 yang ditujukan demi proyek jalan nasional, jalan tol, bandara, hingga kawasan industri.
Alat tersebut memiliki kemampuan penghamparan hingga 9 meter dan telah dipersiapkan mendukung penggunaan bahan bakar B50.
President Director PT Multicrane Perkasa, Adrianus Hadiwinata, menyebutkan implementasi kebijakan pembangunan jalan memerlukan kesiapan teknologi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Pembangunan jalan yang berkualitas tidak dapat dicapai cuma bersama kebijakan yang baik atau teknologi yang canggih. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pihak pemerintah, kontraktor, konsultan, principal, dan penyedia teknologi agar setiap kebijakan dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan,” jelas Adrianus.
Ia menginginkan, implementasi Aspal Buton Olahan menjadi untukan dari pemanfaatan material dalam negeri pada proyek infrastruktur jalan, bersama dukungan kesiapan teknologi dari tersangka industri konstruksi.
“Kami ingin menghadirkan forum yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan demi beruntuk perspektif, memahami arah kebijakan pihak pemerintah, sekaligus memperlihatkan bagaimana solusi teknologi dapat mendukung produktivitas, kualitas konstruksi, dan kesuksesan pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia,” pungkas Adrianus.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

