Indonesia Kejar Investasi AI China, Airlangga Ungkap Hasil Pertemuan dengan Huawei dan ByteDance

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Di tengah persaingan global dalam memperebutkan investasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Indonesia bergerak memperkuat kemitraan strategis bersama China.

Pemerintah tidak cuma membahas peningkatan investasi manufaktur, namun juga mempercepat kolaborasi di bidang AI, cloud computing, pusat data, hingga digitalisasi UMKM sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan, pertemuannya bersama Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, di Shanghai membahas implementasi sejumlah kerja sama strategis yang telah disepakati kedua negara, termasuk pengembangan kawasan industri Two Countries Twin Parks.

“Pembicaraan bersama Menteri Perdagangan Wang Wentao merupakan kami membahas MoU yang telah ditandatangani antara Keaparatur negara kementerianan Perdagangan dan Kemenko Perekonomian, salah satunya soal two countries twin park,” kata Airlangga dilansir dari laman Antara, Sabtu (18/7/2026).

Salah satu pembahasan penting merupakan penguatan kawasan industri di Batam. Menurut Airlangga, sejumlah korporasi asal China yang beroperasi di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menginginkan fasilitas yang setara agar ekspansi investasi dapat berjalan makin cepat.

“Misalnya soal perkembangan kawasan industri di Batam dapat ditingkatkan lantaran memang ada sejumlah tantangan korporasi-korporasi China yang beroperasi di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga ingin mendapat fasilitas minimal setara bersama di KEK dan kami membahas MoU yang ditandatangani sejumlah waktu lalu yang investasinya 2,5 miliar dolar AS,” ujarnya.

Selain investasi industri, kedua negara juga mengevaluasi kerja sama perdagangan dan ekonomi digital yang dinilai semakin strategis di tengah transformasi teknologi global.

China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai 167,48 miliar dolar AS, sementara apabila digabungkan bersama Hong Kong nilainya mencapai sekitar 173 miliar dolar AS.

Di sektor investasi, posisi China juga semakin dominan. Investasi langsung dari China mencapai 7,58 miliar dolar AS, sementara itu Hong Kong menyumbang 10,1 miliar dolar AS.

Total investasi keduanya sekitar 18 miliar dolar AS sepanjang 2025, menjadikan China dan Hong Kong sebagai sumber investasi asing terbesar untuk Indonesia.

AI Jadi Agenda Utama Kerja Sama

Tak cuma bertemu bersama pihak pemerintah China, Airlangga juga menjalankan pembicaraan terpisah bersama dua raksasa teknologi dunia, Huawei dan ByteDance.

Dalam pertemuan bersama Huawei, pihak pemerintah menawarkan kerja sama yang makin luas mencakup pembangunan infrastruktur AI dan cloud, pengembangan talenta digital, penguatan keamanan siber, digitalisasi layanan pihak pemerintah, hingga penerapan teknologi energi hijau pada pusat data.

“Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, kami ingin mengonfirmasi adanya lompatan nyata dalam kerja sama teknologi. Huawei merupakan mitra strategis yang potensial demi mendukung transformasi digital nasional bersama kapabilitasnya di bidang AI, infrastruktur telekomunikasi dan komputasi awan,” kata Airlangga.

Sementara itu, kepada ByteDance, pihak pemerintah mengapresiasi investasi korporasi tersebut melalui TikTok Shop dan Tokopedia yang dinilai telah memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *