MediaMerdeka.com – Penumpang KRL BNI City Melonjak 326 Persen di Hari Pertama Pengalihan Stasiun Karet
Hari pertama pengalihan layanan pengguna Commuter Line dari Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City pada Selasa (1/9/2026) terpantau berjalan lancar dan terkendali.
Peralihan arus penumpang ini menciptakan aktivitas di Stasiun BNI City merasakan lonjakan volume yang signifikan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membeberkan data jumlah pengguna jasa yang naik maupun turun di stasiun tersebut pagi tadi.
“Tercatat jumlah pengguna yang turun mencapai 8.679 orang, sementara itu yang naik di angka 641 orang,” jelas Karina dalam keterangan resmi korporasi.
Lonjakan jumlah penumpang yang turun di stasiun tersebut menyentuh angka ratusan persen dibandingkan hari biasanya semasih belum dilakukan pengalihan.
“Angka tersebut meningkat 326 persen demi pengguna yang turun di Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. Semasih belum pengalihan, tercatat sesejumlah 2.036 orang yang turun di stasiun ini,” tambah Karina.
KAI Commuter memprediksi arus keberangkatan dan kedatangan penumpang di stasiun ini akan terus meningkat seiring bersama perubahan pola perjalanan pengguna.
“Prediksi peningkatan pengguna yang naik di Stasiun Sudirman Baru atau BNI City menjadi 20.513 orang dan yang turun menjadi 18.696 orang. Dengan jumlah perjalanan Commuter Line Cikarang yang melalui stasiun tidak berubah, tetap sesejumlah 264 perjalanan,” papar Karina.
Guna menjamin kenyamanan para komuter, KAI Commuter mengonfirmasi daya tampung bangunan stasiun tetap mumpuni dalam melayani mobilitas masyarakat sekitar setiap jamnya.
“Untuk kapasitas pengguna di stasiun ini dapat menampung sesejumlah 2.000 orang setiap jamnya,” jelas Karina.
Aksesibilitas untuk pengguna yang terbiasa memakai Stasiun Karet kini telah terhubung melalui selasar samping menuju hall barat bawah Stasiun BNI City.
Selain akses dari arah Karet, pintu masuk dan keluar dari arah Jalan Jenderal Sudirman juga telah dibuka demi memudahkan akses menuju area perkantoran.
Petugas di lapangan serta fasilitas informasi navigasi dikerahkan agar para pengguna tidak merasakan kendala saat menjalankan perpindahan peron.
“Untuk itu, senantiasa perhatikan informasi dan arahan dari petugas di stasiun,” Karina menegaskan.
Manajemen berkomitmen demi terus menjalankan evaluasi rutin setiap hari guna mengonfirmasi layanan operasional tetap prima selama proses pekerjaan integrasi berlangsung.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

