Prabowo Dorong Industri Tekstil Bangkit, Bea Cukai Diminta Tertibkan Impor yang Ganggu Produsen

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional sebagai salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan ekspor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, industri TPT yang mencakup sektor hulu, antara, hingga hilir memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Airlangga menyebut sektor tersebut menyumbang sekitar 0,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, serta mencatatkan nilai ekspor sekitar 12 miliar dolar AS.

“Ini menjadi salah satu sektor padat yang strategis dan dalam arahan tadi terhadap Pak Presiden, kita sampaikan bahwa TPT ini tumbuhnya di atas pertumbuhan ekonomi, yakni 5,6 persen dan demi industri barang, kulit, dan alas kaki tumbuhnya 8,25 persen,” kata Airlangga usai rapat terbatas di Istana Kekepala negaraan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Rapat tersebut juga membahas sejumlah langkah demi memperkuat daya saing industri TPT, mengawali dari harmonisasi tarif sektor hulu hingga hilir, kemudahan masuknya bahan baku, hingga penertiban praktik impor yang dinilai mengganggu keberlangsungan industri dalam negeri.

Airlangga menyampaikan, Presiden mengimbau agar ketentuan terkait Pertek dan regulasi lainnya ditinjau demi mendukung kelancaran pasokan bahan baku untuk industri nasional.

“Yang pertama tentu terkait bersama kemudahan bahan baku demi masuk. Nah Bapak Presiden tadi mengimbau kita demi mereview terkait bersama Pertek dan yang lain. Kemudian yang kedua, khusus demi di hilir, yakni terkait bersama garmen. Di mana gangguan-gangguan melalui impor kiloan, ataupun impor yang bulk rest. Itu tadi juga diminta Pak Dirjen Bea Cukai demi dalam waktu dekat ditertibkan lantaran hal ini amat mengganggu produsen-produsen garmen di dalam negeri,” tutur Airlangga.

Selain perdagangan dan bahan baku, rapat juga membahas fleksibilitas penggunaan tenaga kerja melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), khususnya demi memenuhi kebutuhan produksi yang mengikuti siklus permintaan musiman.

Airlangga menyebutkan, Presiden mengimbau keaparatur negara kementerianan terkait mencari regulasi yang tepat mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas PKWT. Pemerintah juga diminta mengevaluasi penerapan PPN untuk industri tekstil dan pakaian jadi yang berorientasi ekspor.

“Tadi Bapak Presiden juga menegaskan bahwa demi PPN terkait bersama PKWT, nanti kita carikan regulasi yang pas dan lalu juga kami sampaikan terkait bersama garmen dan tekstil yang berorientasi demi ekspor, tentu terkait bersama PPN-nya diminta demi dapat juga dievaluasi, demi dapat dilaksanakan oleh Keaparatur negara kementerianan Keuangan,” kata Airlangga.

Danantara Diminta Bantu Restrukturisasi

Airlangga menyebutkan, Prabowo juga mengimbau Danantara dalam waktu dekat aktif menolong penyelesaian restrukturisasi korporasi-korporasi yang menyikapi persoalan keuangan.

“Terkait bersama korporasi-korporasi yang sedang direstrukturisasi, Bapak Presiden minta agar ini Danantara dalam waktu dekat aktif demi menyelesaikan dan setelah itu terkait bersama perbankan, tadi juga disampaikan Bapak Presiden bahwa industri tekstil bukan industri yang dikategorikan sunset. Sehingga ini dapat mendorong demi reinvestasi maupun penambahan daripada modal kerja,” kata Airlangga.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *