Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Polda Metro Jaya menjalankan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan dan harga beras di sejumlah pasar serta pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, Senin (14/9/2026). Hasilnya, stok beras ditentukan aman dan harga masih sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Pengecekan dilakukan Tim Unit 5 Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama instansi terkait. Petugas menyasar Pasar Anyar Tangerang, Superindo Cipondoh, dan Hypermart Mall Metropolis.

Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Ardila Amry menyebutkan sidak dilakukan demi mengonfirmasi ketersediaan, kelancaran distribusi, sekaligus mengawasi harga beras.

“Tempat pelaksanaan di wilayah hukum Polres Tangerang Kota yakni di Pasar Anyar Tangerang Kota, Superindo Cipondoh dan Hypermart Mall Metropolis,” kata Ardila kepada wartawan.

Di Pasar Anyar, petugas menemukan harga beras medium Rp12.500 per kilogram, premium Rp14.900 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram. Seluruhnya masih sesuai HET dan stok dinyatakan aman.

Kondisi serupa ditemukan di Superindo Cipondoh. Beras premium dijual Rp14.900 per kilogram, sementara itu SPHP Rp12.500 per kilogram.

Sementara di Hypermart Mall Metropolis, beras SPHP juga dijual Rp12.500 per kilogram atau sesuai HET.

“Ketersediaan bahan pokok pada saat ini masih tersedia demi pasar tradisional, dan seluruh supermarket telah menjual beras sesuai HET,” katanya.

Stok Nasional

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman semasih belumnya juga mengonfirmasi stok beras nasional dalam kondisi aman. Pemerintah memperkirakan ketersediaan beras pada saat ini cukup demi memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar hingga sekitar 10 bulan ke depan.

Amran menyebutkan ketahanan pangan tetap terjaga meski dunia menyikapi tekanan berupa krisis pangan, energi, dan air. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah demi menjaga produksi pangan di tengah ancaman El Nino ekstrem.

Langkah tersebut antara lain pembangunan irigasi, embung, pompanisasi, optimalisasi sawah dan rawa, hingga pencetakan sawah baru.

Dari upaya tersebut, Amran menyebut luas standing crop pada saat ini mencapai sekitar 3,8 juta hektare bersama produksi yang diperkirakan mencapai 10 juta ton.

Pemerintah juga memperhitungkan pasokan dari sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang disebut makin dari 10 juta ton serta stok beras di Perum Bulog sekitar 5 juta ton.

Dengan demikian, total ketersediaan beras yang diperhitungkan pihak pemerintah mencapai sekitar 25-26 juta ton. Sementara kebutuhan beras nasional berada di kisaran 2,5-2,6 juta ton per bulan.

“Artinya apa? Cukup beras kita demi 10 bulan ke depan,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Amran memperkirakan stok tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar hingga sekitar Juni 2027. Kondisi stok yang kuat juga dinilai mebarangkalikan Indonesia kembali menjalankan ekspor beras.

“Bukan saja stok kita aman, tapi kita telah ekspor ke Malaysia, dan ini sejarah baru demi Republik Indonesia,” katanya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *