MediaMerdeka.com – Sedikitnya 18 orang tewas akibat berdesakan dan tenggelam saat ribuan imigran memaksa masuk ke wilayah Ceuta, Spanyol. Tragedi ini pecah setelah gelombang massa menjebol garis perbatasan dari arah Maroko sejak Kamis malam.
Hasrat mencari pekerjaan mengubah pantai Tarajal menjadi pusat petaka mematikan untuk masyarakat sekitar Afrika Utara. Mereka nekat menerobos pagar pemecah ombak demi melarikan diri dari kemiskinan di negara asal.
Situasi di lapangan kini berubah menjadi darurat kemanusiaan yang amat mencekam dan tak terkendali. Ribuan pendatang, termasuk kalangan anak tanpa pendamping, telantar di jalanan dan taman kota bersama kondisi kebingungan.
Rachid Sbihi selaku pimpinan asosiasi pekerja Garda Sipil setempat menggambarkan kondisi ini sebagai krisis yang mengerikan.
“Orang-orang masih terus berdatangan. Bantuan yang tiba cuma menolong pihak korban luka dan upaya kemanusiaan lainnya. Ini amat kacau,” ujarnya.
Keputusasaan ekonomi menjadi pendorong utama arus manusia yang tak terbendung ini. Ahmed Karim, seorang masyarakat sekitar Maroko berusia 33 tahun, mengaku terpaksa menyeberang lantaran sulitnya mencari nafkah.
“Banyak orang ingin pergi ke Eropa, Amerika, namun mereka tidak memiliki kesempatan,” kata Karim, dikutip dari AP, Jumat (31/7/2026).
Sisa-sisa pelampung berserakan di perairan perbatasan pada Jumat pagi, menandai rute berbahaya yang baru saja dilewati massa. Seuntukan besar kerumunan tersebut didominasi oleh pria muda, meski ada pula keluarga yang mengangkut wanita dan balita.
Kekacauan serupa merembet cepat ke Melilla yang merupakan wilayah otonom Spanyol lainnya di Afrika Utara. Massa bentrok bersama pihak kepolisian di kota perbatasan Bni Nsar hingga membakar sejumlah kendaraan aparat keamanan.
Puluhan pendatang ditangkap dan sejumlah petugas keamanan terluka dalam kerusuhan tersebut. Omar Naji dari Asosiasi Hak Asasi Manusia Maroko menyebut insiden terbaru ini amat dipengaruhi oleh eskalasi di Ceuta.
Pemerintah Spanyol langsung merespons krisis ini bersama mengirim Perdana Menteri Pedro Sánchez dan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska ke lokasi. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez dalam waktu dekat mengaktifkan Pasukan Intervensi Cepat demi memperketat pemeriksaan perbatasan negaranya.
Otoritas Ceuta kewalahan menyikapi lonjakan jumlah manusia yang diyakini telah mencapai puluhan ribu orang. Pusat penerimaan imigran setempat merasakan kelumpuhan total lantaran melampaui batas kapasitas maksimal.
Kepala Pemerintah Regional Ceuta, Juan Jesús Vivas, mendesak pihak pemerintah pusat dalam waktu dekat menetapkan status darurat keamanan nasional. Ia mengimbau tambahan pihak kepolisian dan pengerahan tentara demi menjamin wilayah perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat dan keselamatan masyarakat sekitar negara.
Sejumlah aparatur negara Ceuta menduga lonjakan ini dipicu oleh putusan Mahkamah Agung Spanyol yang melarang pemulangan langsung imigran jalur laut tanpa proses hukum. Namun, para aktivis Maroko meragukan klaim tersebut lantaran seuntukan besar pendatang tidak memahami regulasi hukum.
Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri Spanyol masih belum merilis jumlah tentu masyarakat sekitar asing yang sukses masuk dalam sejumlah hari terakhir. Mereka menegaskan bahwa arus migrasi tidak tergolong risiko keamanan nasional berdasarkan undang-undang darurat yang berlaku.
Pemerintah Maroko memilih bungkam terkait eksodus besar-besaran masyarakat sekitarnya ke wilayah Eropa. Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri setempat sama sekali tidak merespons permintaan tanggapan atas insiden berdarah ini.
Ceuta telah menjadi wilayah kekuasaan Spanyol sejak tahun 1580 dan berlokasi strategis di daratan pantai utara Afrika. Kawasan ini memiliki populasi campuran Kristen dan Muslim yang hidup rukun di balik pagar pembatas yang diawasi ketat.
Spanyol senantiasa menjadi gerbang utama untuk imigran asal Afrika yang ingin mencari kehidupan makin baik di Eropa. Pendatang biasanya berenang melintasi laut sejauh lima kilometer dari kota Fnideq di Maroko demi dapat mencapai Ceuta.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

