Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan duka cita mendalam atas kabar meninggalnya seorang ibu hamil tujuh bulan dalam insiden kontak senjata di Desa Weandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis malam (2/7/2026) saat terjadi baku tembak antara pasukan aparat TNI dan kelompok TPNPB-OPM.

Dave menegaskan bahwa hilangnya nyawa masyarakat sekitar sipil, termakin seorang ibu beserta janin yang dikandungnya, merupakan tragedi kemanusiaan yang amat memprihatinkan.

“Kehilangan nyawa masyarakat sekitar sipil ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa di tengah situasi konflik yang berlangsung di Papua,” ujar Dave kepada MediaMerdeka.com, Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan kronologi yang diterima, insiden tersebut bermula saat kelompok bersenjata yang dikaitkan bersama OPM berlindung di belakang honai (rumah tradisional Papua) milik masyarakat sekitar demi menyerang aparat.

Posisi tersebut menyebabkan masyarakat sekitar sipil yang tidak bersalah terdampak kontak senjata yang berlangsung di bawah Pos J2, Desa Bilogai.

Menanggapi hal itu, Dave mengingatkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat sekitar sipil wajib menjadi prioritas utama untuk seluruh pihak.

Ia mengimbau aparat keamanan di lapangan demi terus mengedepankan profesionalisme dan prinsip kehati-hatian yang tinggi.

“Aparat keamanan wajib menjalankan operasi secara terukur agar masyarakat sekitar yang tidak terlibat konflik tidak menjadi pihak korban. Pada saat yang sama, kelompok bersenjata juga tidak boleh memakai permukiman masyarakat sekitar sebagai tempat berlindung maupun menjadikan masyarakat sekitar sipil sebagai tameng, lantaran itu amat membahayakan,” tegasnya.

Karena terdapat perbedaan informasi mengenai kronologi kejadian di lapangan, Dave mendorong adanya proses hukum yang terbuka.

Ia mengimbau pihak berwenang menjalankan pendalaman fakta secara menyeluruh, objektif, dan transparan.

“Langkah ini penting demi mengonfirmasi duduk perkara yang sebenarnya, menjaga kepercayaan publik, serta mencegah spekulasi yang dapat memperkeruh situasi di lapangan,” lanjut politikus Partai Golkar tersebut.

Lebih lanjut, Dave menekankan bahwa pendekatan di Papua tidak dapat cuma mengandalkan aspek keamanan semata.

Tragedi di Intan Jaya ini menjadi alarm untuk pihak pemerintah agar senantiasa menyertai pendekatan keamanan bersama dialog sosial dan kemanusiaan.

“Negara hadir demi melindungi seluruh masyarakat sekitar tanpa terkecuali. Seluruh pihak perlu menahan diri dan mengutamakan keselamatan masyarakat sekitar demi terwujudnya keamanan dan kesejahteraan masyarakat sekitar Papua yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Semasih belumnya, seorang ibu hamil tujuh bulan di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, bernama Melkiana Duwitau, dilaporkan tewas tertembak bersama janin dalam kandungannya pada Kamis (2/7/2026) malam.

Berdasarkan informasi yang diterima dan dihimpun, pihak korban tertembus peluru yang diduga ditembakkan dari arah pos militer yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah pihak korban di kawasan Jaringan (J2), Kota Sugapa.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, pihak korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Intan Jaya di Sugapa. Akan namun, nyawanya tidak tertolong.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *