MediaMerdeka.com – Pimpinan DPR RI menyerahkan respons terhadap kritik kelompok buruh yang menyebut sejumlah partai politik (parpol) tidak serius dalam membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
DPR mengonfirmasi seluruh fraksi memiliki komitmen yang sama dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan tidak ada perbedaan pandangan antarparpol di DPR dalam upaya membela kepentingan buruh melalui regulasi ini.
“Sudah di DPR seluruhnya, satu satu kesatuan berjuang bersama-sama demi buruh ya demi para pekerja,” ujar Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Senada bersama Cucun, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari menerangkan bahwa Panitia Kerja (Panja) Komisi IX terus bergerak secara intensif. Bahkan, ia membeberkan pembahasan tetap berjalan meski DPR tengah berada dalam masa reses.
“Ya baik tentunya pada hari ini eh Panja Komisi IX DPR RI tentang undang-undang ketenagakerjaan ya ini terus bekerja, pada hari semasih belumnya pun kami di masa reses Panja juga apa menyisihkan waktu demi terus mengagendakan kerja-kerja Panja ya selain tentunya menyambut baik terus aspirasi tentang pokok-pokok pikiranlah yang memang akan kita atur di dalam regulasi ketenagakerjaan ini,” jelas Putih Sari.
Putih mengimbuhkan bahwa masukan dari kelompok pekerja amat krusial lantaran kerap kali disertai bersama solusi konkret.
DPR berkomitmen demi tetap membuka ruang partisipasi publik agar poin-poin yang dibahas dalam Panja bersifat transparan dan sistematis.
“Jadi memang ini terus kita apa namanya terima ya, dan kita juga terus membahas ya ada sejumlah memang poin-poin yang memang masih terus menjadi pembahasan di dalam Panja pada hari ini, dan ini menjadi satu hal yang luar biasa justru ya pertemuan pada hari ini lantaran kita dapat menyandingkan nantinya masukan-masukan dari berbagai macam pihak ya, apalagi yang diberikan juga cukup konkret, sistematis gitu ya berakibat masing-masing isunya jadi jelas,” tambahnya.
Semasih belumnya, koalisi buruh menyerahkan peringatan keras kepada partai politik (parpol) di DPR RI yang dinilai main-main dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan pihaknya telah mengantongi catatan mengenai sikap masing-masing fraksi di parlemen.
Ancaman demi mengumumkan parpol yang tidak berpihak kepada pekerja tersebut disampaikan Andi Gani saat menjalankan audiensi bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
“Bang Dasco, saya menginginkan kami koalisi besar mencatat partai-partai yang serius atau tidak serius membahas undang-undang ini. Dan kami akan umumkan ke publik partai yang punya keberpihakan dan yang sama sekali tidak punya keberpihakan, supaya masyarakat sekitar tahu dan tidak ada dusta di antara kita,” ujar Andi di hadapan pimpinan DPR.
Andi Gani membeberkan adanya ketimpangan kesiapan antarparpol dalam proses pembahasan ini.
Menurutnya, ada partai yang telah amat siap bersama kajian mendalam, namun ada pula yang justru masih belum memiliki naskah usulan sama sekali.
“Jadi kita akan umumkan nanti, ada partai yang begitu bersemangat punya bahan lengkap, ada partai bahkan sampai pada hari ini tidak punya draf apa pun,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa transparansi ini penting agar masyarakat sekitar, khususnya kaum buruh, mengetahui siapa saja wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan nasib mereka.
“Kami tahu persis, kami ada catatan dan kami akan buka pada saatnya nanti partai yang serius ataupun tidak serius, lantaran ini menyangkut masalah hajat hidup orang sejumlah,” lanjutnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

