MediaMerdeka.com – Polda Metro Jaya mengaku tidak akan menjalankan penutupan ruas jalan jelang pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Firman Darmansyah menyebutkan, jelang pertandingan nanti, tidak ada ruas jalan yang ditutup secara total.
“Arus lalin bagaikannya normal bagaikan biasa ya,” kata Firman kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).
Namun, memang ada sejumlah pintu masuk GBK yang akan disterilkan dikarenakan menjadi akses Timnas yang akan bertanding. Termasuk tim official dan pintu VVIP.
“Ada sejumlah pintu masuk GBK nanti di tutup buat Timnas dan ofisial serta pintu masuk VVIP,” tandasnya.
Semasih belumnya diberitakan, Polri bakal mengerahkan sesejumlah 5.641 personel dalam pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026. Ribuan personel tersebut nantinya bakal disebar di dua wilayah hukum, yakni Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.
Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops), Irjen Laksana menyebutkan, ribuan personel tersebut nantinya akan disebar di dua wilayah, yakni wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.
Sebab, gelaran ini bakal dilaksanakan di dua lokasi, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.
“Sesejumlah 5.641 personel yang terdiri dari 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah Polda Metro, dan 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat,” kata Laksana di Polda Metro Jaya, Senin (21/9/2026).
Laksana menyebutkan, nantinya kekuatan personel tidak cuma terfokus pada stadion tempat gelaran pertandingan, melainkan seluruh objek dan jalur yang berkaitan bersama penyelenggaraan pertandingan.
“Meliputi titik kedatangan, akomodasi, lokasi latihan, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, objek vital, dan lokasi lain yang memiliki potensi terjadi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Laksana menyebut, berdasarkan hasil pemetaan, terdapat sejumlah kerawanan utama yang perlu diantisipasi selama penyelenggaraan pertandingan, khususnya situasi di dalam dan sekitar stadion.
Kemudian, pihaknya juga bakal memperhatikan potensi adanya kepadatan penonton, dinamika antar-suporter, penggunaan atribut yang tidak sesuai ketentuan, serta kepatuhan terhadap tiket dan ketentuan barang bawaan.
“Selain kerawanan di stadion, tingginya mobilitas massa dan suporter juga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, penumpukan kendaraan, serta pergerakan suporter semasih belum dan setelah pertandingan,” jelasnya.
Diketahui bersama, Indonesia menjadi tuan rumah dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan bakal digelar pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 mendatang.
Turnamen ini diuntuk menjadi dua grup yang digelar di GBK demi Grup A dan Stadion Si Jalak Harupat demi Grup B.
Di Grup A, Indonesia tergabung bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sedangkan di Grup B ada Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Indonesia menyikapi duel pertama melawan Singapura di SUGBK pada Jumat (25/9) pukul 20.00 WIB. Pertandingan bakal digelar usai laga Bangladesh vs Malaysia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

