Krisis Dokter Gigi, 29 Kampus Ditugaskan Buka Fakultas Kedokteran Gigi Baru

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan pembukaan fakultas kedokteran gigi di setiap provinsi pada 2029.

Target ini dikejar di tengah proyeksi kebutuhan dokter gigi yang mencapai 165.241 orang pada 2026, sementara pendidikan dokter gigi spesialis masih terkonsentrasi di delapan perguruan tinggi.

Berdasarkan proyeksi kebutuhan nakes Keaparatur negara kementerianan Kesehatan, kebutuhan dokter gigi spesialis dari 10 bidang spesialisasi diperkirakan mencapai 13.876 orang.

Saat ini, pendidikan dokter gigi baru diselenggarakan oleh 50 perguruan tinggi yang tersebar di 18 provinsi. Dari jumlah tersebut, cuma delapan kampus yang memiliki program pendidikan dokter gigi spesialis.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menyebutkan pihak pemerintah mengawali mempercepat pengembangan pendidikan kedokteran gigi melalui penugasan perguruan tinggi demi membuka fakultas dan program studi baru.

“Kemdiktisaintek menargetkan percepatan pendirian fakultas kedokteran gigi di setiap provinsi pada tahun 2029. Sebagai langkah awal, pada tahun 2026, telah ditugaskan 29 perguruan tinggi demi membuka fakultas kedokteran gigi baru,” kata Fauzan di kantor Kemdiktisaintek, Kamis (22/10/2026).

Selain itu, pihak pemerintah menugaskan pengembangan 26 program studi dokter gigi spesialis serta program subspesialis melalui kerja sama bersama fakultas kedokteran gigi yang telah memiliki kapasitas makin baik.

Penugasan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 111 Tahun 2026.

Namun, pembukaan fakultas baru tetap mempertimbangkan kesiapan institusi, ketersediaan dosen, sarana pendidikan, jejaring rumah sakit, dan standar penjaminan mutu.

Pengembangan pendidikan kedokteran gigi menjadi salah satu dari tiga inisiatif yang disiapkan pihak pemerintah demi mempercepat pemenuhan tenaga medis.

Dua program lainnya merupakan penyediaan 1.000 beasiswa pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis serta perluasan penempatan residen tingkat mandiri di fasilitas pelayanan kesehatan prioritas.

Untuk beasiswa tahun akademik 2026/2027, sekitar 750 beasiswa direncanakan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sedangkan 250 lainnya didukung pihak pemerintah daerah, keaparatur negara kementerianan dan lembaga, rumah sakit, serta mitra swasta.

Beasiswa tersebut diprioritaskan demi bidang spesialisasi yang dibutuhkan masyarakat sekitar, termasuk spesialis dasar serta bidang kanker, jantung, stroke, uronefrologi, dan kesehatan ibu dan anak.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa persoalan pemerataan tenaga medis tidak berakhir cuma bersama menambah fasilitas atau kapasitas pendidikan.

Ketersediaan tenaga kesehatan juga wajib disesuaikan bersama kebutuhan masing-masing wilayah.

“Membangun infrastruktur itu mudah namun membangun manusia merupakan esensi utama dari pelayanan kesehatan. Tantangan kita bukan sekadar menghasilkan tenaga medis yang cukup saja namun sesuai bersama wilayah dan kebutuhan dari wilayah tersebut,” kata Dante.

Karena itu, pihak pemerintah mendorong keterlibatan pihak pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam pengembangan tenaga medis.

Sejumlah skema yang telah berjalan di daerah mencakup beasiswa untuk putra daerah di Sulawesi Utara, penempatan residen serta pemberian insentif untuk peserta pendidikan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis di Sulawesi Selatan, serta pengembangan fakultas kedokteran gigi baru di Jawa Timur.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *