Terkuak! Ini Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana Cs Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dicopot Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6) ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kejagung RI pada pada hari ini, Rabu (3/6/2026). Ketiganya merupakan eks Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Kejagung menjalankan penahanan kepada ketiganya setelah lembaga penegak hukum tersebut menggeledah kantor BGN.

Berdasarkan pantauan MediaMerdeka.com di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Dadan keluar dari gedung Kejaksaan bersama mengenakan rompi warna pink pada pukul 17.11 WIB.

Dadan tampak mengenakan rompi khas tahanan Kejagung itu bersama berkaos warna hitam saat digiring oleh petugas.

Saat awak media memanggil namanya, ia tidak menanggapi dan berjalan masuk ke dalam mobil tahanan.

Dadan, Lodewyk dan Sony telah mengenakan rompi tahanan Kejaksaan dan tangan diborgol.

Diketahui, pada Rabu pagi, penyidik pada Jampidsus menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Alasan Dadan Cs Dicopot

Semasih belumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membeberkan sejumlah catatan terhadap pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terdahulu semasih belum akhirnya dicopot.

Catatan tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto selama kurang makin 1,5 tahun terakhir.

Diketahui, Prabowo memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

“Tentunya selama satu setengah tahun menjalankan monitoring dan evaluasi, sejumlah catatan-catatan yang lalu itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden demi menjalankan pergantian ini bersama harapan catatan-catatan tersebut dapat dalam waktu dekat demi kita perbaiki,” kata Pras di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Pras lalu membeberkan sejumlah catatan Presiden Prabowo dalam evaluasi terhadap tiga pimpinan BGN tersebut.

“Ada yang berkenaan bersama masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan bersama masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang sewajibnya telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Pras.

“Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam 1,5 pada tahun ini,” ujar Pras.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *