Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pembangunan 8 Sekolah Rakyat permanen tambahan akan mengawali berjalan dalam waktu dekat. Ketentuan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menyambut baik audiensi perwakilan 8 pihak pemerintah daerah di kantor Kemensos, Kamis (18/5/2026).

Hal ini seiring bersama berakhirnya proses penyediaan lahan Sekolah Rakyat okeh Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Toba, Kabupaten Kudus, Kabupaten Malaka, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Kolaka Utara, dan Kabupaten Mimika.

“Tanah disediakan oleh kabupaten/kota atau provinsi. Pembangunan dari APBN. Kepala sekolah diusulkan oleh kepala daerah. Ini kerja bersama, dari awal sampai pengawasan,” ujar Gus Ipul. 

Semasih belumya, para kepala daerah dan wakil kepala daerah menginformasikan bahwa lahan demi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat telah disiapkan, bahkan seuntukan telah melalui tahapan pengukuran dan verifikasi kesiapan. 

Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, menyampaikan bahwa lahan di daerahnya telah disiapkan sebagai untukan dari persyaratan memasuki tahap pembangunan.

“Kami telah menyiapkan lahan permanen demi Sekolah Rakyat, bahkan juga demi Sekolah Garuda. Secara prinsip, lahan demi Sekolah Rakyat telah siap,” ujarnya.

Bupati Toba, Effendi S. P. Napitupulu, menyampaikan bahwa lahannya telah dipetakan, meskipun proses lanjutan masih menyesuaikan kondisi lapangan.

“Kami telah menyiapkan lahan demi Sekolah Rakyat permanen dan telah mengukur kesiapan lahan tersebut. Namun lantaran adanya bencana alam di wilayah kami, Keaparatur negara kementerianan PU masih menunda proses lanjutan,” katanya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa lahan yang disiapkan telah memenuhi kriteria teknis dan siap ditindaklanjuti.

“Kami telah menyiapkan kurang makin 8 hektare lahan yang flat dan tidak ada persoalan. Saat ini kami menunggu pihak PU demi menjalankan peninjauan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menyampaikan bahwa penyediaan lahan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor.

“Untuk lahan pembangunan permanen Sekolah Rakyat, kami telah bekerja sama bersama Perhutani dan Brigif bersama luas kurang makin 10 hektare,” ujarnya.

Melanjutkan arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program afirmasi untuk masyarakat sekitar miskin ekstrem yang dijalankan melalui penjangkauan aktif oleh pihak pemerintah daerah. Dia juga menerangkan pada saat ini 93 titik Sekolah Rakyat permanen hampir rampung pembangunan fisiknya, berakibat dapat menampung makin sejumlah siswa dari keluarga prasejahtera. 

“Program ini memang demi mereka yang teramat miskin. Presiden titip, jangan ada KKN, suap menyuap, jangan sampai ada titipan. Ini wajib benar-benar demi mereka,” ucapnya.

Ia menerangkan bahwa penerimaan siswa dilakukan melalui mekanisme penjangkauan, bukan pendaftaran terbuka.

“Di Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada merupakan penjangkauan. Dijangkau dan ditetapkan oleh kepala daerah atau wali kota, baru kita terima. Jadi sejak awal program ini sifatnya kolaboratif,” katanya. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *