IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – CEO IDRX Nathanael Christian menilai kehadiran stablecoin berbasis rupiah menjadi faktor penting dalam pengembangan inovasi blockchain di Indonesia sekaligus menjaga kedaulatan ekonomi digital nasional.

Hal itu disampaikan Nathanael dalam diskusi panel CFX Crypto Conference 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Menurut Nathanael, penggunaan stablecoin pada saat ini telah menjadi untukan penting dalam berbagai aktivitas keuangan berbasis blockchain. Namun, seuntukan besar ekosistem global masih bergantung pada stablecoin yang dipatok terhadap dolar Amerika Serikat (USD), bagaikan USDT dan USDC.

“Di decentralized finance yang kita tahu sebagai DeFi, pada hari ini seluruh aktivitas DeFi memakai USD stablecoin,” ujar Nathanael.

Ia menerangkan kondisi tersebut menciptakan sejumlah inovasi berbasis blockchain, termasuk yang dikembangkan oleh tersangka industri Indonesia, masih dirancang memakai stablecoin berbasis dolar AS.

Padahal, menurut Nathanael, kehadiran stablecoin rupiah dapat membuka peluang lahirnya berbagai produk dan layanan yang makin relevan bersama kebutuhan pasar domestik.

“Tapi apabila kita punya rupiah stablecoin bagaikan itu, kita dapat menciptakan sebuah produk inovasi yang di smart contract itu didesainnya memakai rupiah stablecoin,” kata Nathanael.

Ia menerangkan stablecoin memiliki peran penting dalam sistem smart contract lantaran dapat digunakan demi menjalankan berbagai transaksi secara otomatis dalam ekosistem blockchain.

Menurut Nathanael, pemanfaatan stablecoin rupiah dapat mendukung berbagai inovasi baru, termasuk tokenisasi aset nyata atau real world asset (RWA).

Dalam skema ini, distribusi pendapatan kepada investor dapat dilakukan secara otomatis melalui smart contract memakai stablecoin.

“Karena cuma stablecoin lah yang dapat ngobrol di dalam smart contract,” ujarnya.

Selain itu, Nathanael juga menyoroti potensi penggunaan stablecoin rupiah dalam distribusi royalti demi industri kreatif, termasuk karya musik, buku, maupun aset digital lainnya.

Menurut dia, berbagai model bisnis berbasis blockchain akan makin mudah dikembangkan apabila Indonesia memiliki instrumen stablecoin yang memakai mata uang domestik.

Nathanael menilai kehadiran stablecoin rupiah tidak cuma berkaitan bersama inovasi teknologi, namun juga memiliki dimensi strategis dalam menjaga posisi Indonesia di tengah perkembangan ekonomi digital global.

“Pentingnya kita memiliki rupiah stablecoin merupakan menjaga kedaulatan rupiah ini,” kata Nathanael.

Ia menginginkan pengembangan stablecoin berbasis rupiah dapat mendorong lahirnya makin sejumlah inovasi blockchain dari dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing ekosistem aset digital Indonesia.*** 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *