Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Tim Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN “Veteran” Yogyakarta menemukan indikasi kuat keberadaan gas metana bawah permukaan yang diduga menjadi pemicu kebakaran misterius berulang di rumah masyarakat sekitar Seyegan, Sleman.

Temuan itu diperoleh setelah tim menjalankan peninjauan langsung di sekitar lokasi kejadian dan menelusuri kondisi geologi wilayah setempat.

Dekan FTME UPN “Veteran” Yogyakarta, Basuki Rahmad, menyebutkan tim sempat menelusuri aliran sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah masyarakat sekitar tersebut.

Di lokasi itu, tim menemukan singkapan batuan berwarna gelap yang diduga menjadi tempat penyimpanan gas.

Setelah menyisir area genangan air di sekitar singkapan, tim mendapati gelembung-gelembung gas yang muncul dari bawah permukaan.

“Akhirnya kami ketemu gelembung-gelembung gas yang indikasi kuat itu merupakan gas metana, gas CH4,” kata Basuki kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Disampaikan Basuki, temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa wilayah tersebut dulunya merupakan area rawa yang menyimpan material organik penghasil gas metana.

Menurutnya, gas yang terakumulasi di dalam batuan dapat terus bergerak atau bermigrasi menuju area lain ketika tekanannya cukup besar.

“Jadi, indikasi kuat sumber gas ini merupakan gas metana dari rawa,” kata dia.

Selain menemukan sumber gas, tim mengidentifikasi adanya jalur retakan atau patahan tanah yang mengarah ke utara. Jalur tersebut diduga menjadi media migrasi gas hingga mencapai kawasan permukiman, termasuk rumah yang merasakan kebakaran berulang.

“Kami dapatkan indikasi juga jalur-jalur semacam patahan retakan-retakan yang arahnya ke utara dan diindikasikan kuat juga migrasi ini nyasar ke rumahnya Pak Agus (pemilik rumah yang terbakar secara misterius),” ungkapnya.

Meski demikian, ia menilai kondisi pada saat ini mengawali memperlihatkan perkembangan positif. Berdasarkan pengamatan lapangan, intensitas kemunculan gas diduga telah menurun.

Namun tim dari UPN Veteran Yogyakarta merekomendasikan masa pemantauan selama sekitar satu bulan demi menyaksikan perkembangan makin lanjut.

“Jadi, kami sampaikan demi mitigasinya kami menginginkan barangkali kita tunggu saja sekitar, saran kami satu bulan,” tuturnya.

Selama masa pemantauan tersebut, UPN bersama Dinas ESDM DIY akan terus menjalankan pengawasan dan evaluasi berkala. Jika dalam periode tersebut masih ditemukan kebakaran, tim akan mempertimbangkan kajian yang makin rinci memakai metode geofisika.

“Maka, ini tadi saran bila memang wajib makin rinci memang kita lakukan rekaman geofisika, menyaksikan kondisi bawah permukaan seberapa besar reservoir gas ini tersimpan,” ungkapnya.

Terkait keselamatan penghuni rumah, Basuki menyarankan agar area lantai dasar demi sementara dikosongkan sambil menunggu hasil pemantauan.

Sementara itu, aktivitas penghuni dapat dilakukan di lantai dua sembari tim memantau apakah masih ada indikasi kemunculan gas maupun api dalam sejumlah pekan ke depan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *