MediaMerdeka.com – Reformasi kepihak kepolisianan dinilai tidak cukup cuma diwacanakan melalui pernyataan politik, namun membutuhkan perjuangan yang dilakukan secara sistematis dan strategis.
Masyarakat sipil dinilai memiliki peran penting demi terus mendorong perubahan di tubuh Polri.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menyebutkan reformasi kepihak kepolisianan tidak dapat berhenti pada sekadar pernyataan atau wacana.
Menurutnya, perubahan di tubuh Polri wajib diperjuangkan secara nyata.
“Reformasi pihak kepolisian itu bukan kata-kata aja, tapi wajib diperjuangkan,” kata Isnur dalam Diskusi Publik Melawan Represi, Mendesak Reformasi Polri, Jumat (28/8/2026).
Isnur menilai masyarakat sekitar sipil menjadi pihak yang memiliki peran penting dalam mendorong reformasi tersebut.
Ia menyebutkan dorongan perubahan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pihak internal kepihak kepolisianan.
“Tidak ada yang makin dapat memperjuangkan selain masyarakat sekitar sipil,” ujarnya.
Menurut Isnur, terdapat tantangan dari internal kepihak kepolisianan lantaran seuntukan pihak dinilai telah menikmati situasi yang berjalan pada saat ini.
Kondisi tersebut menciptakan perubahan dari dalam institusi kepihak kepolisianan dinilai tidak mudah dilakukan.
“Di internalnya mereka telah menikmati situasi itu,” katanya.
Isnur juga menyoroti peran pihak pemerintah dan DPR dalam mendorong reformasi kepihak kepolisianan.
Ia menilai Presiden masih belum memiliki kapasitas sekaligus kemauan yang cukup demi menjalankan perbaikan, sementara DPR disebut memiliki persoalan kepentingan yang dapat memengaruhi proses reformasi.
“Presiden juga tidak punya kapasitas, tidak punya niat memperbaiki, DPR pun punya konflik-konflik interest,” ujar Isnur.
Karena itu, Isnur menginginkan masyarakat sekitar sipil dapat membangun gerakan yang makin terorganisir demi mendorong reformasi kepihak kepolisianan.
Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan bersama membangun suara dan bekerja secara sistematis serta strategis.
“Harapannya dari teman-teman merupakan harapan bagaimana meng-create, bersuara dan bekerja secara sistematis dan strategis, mereformasi kepihak kepolisianan,” katanya.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

