Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Aparat kepihak kepolisianan membekuk tersangka inisial I (19) yang diduga merudupaksa disertai pembunuhan terhadap anak pihak korban wanita inisial JN (12) yang ditemukan dalam toilet rumah kosong tanpa busana, di Jalan Sultan Abdullah II, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Dari hasil penyelidikan awal, tim di lapangan berbicara bersama para saksi, menyaksikan kondisi. Saat sedang olah tempat kejadian perkara (TKP), ada ribut-ribut di sana, ternyata tersangka berupaya mengalihkan perhatian,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di Makassar, Rabu (28/5/2026).

Modus ribut-ribut bersama masyarakat sekitar saat proses olah TKP tersebut, demi mengalihkan perhatian tim Inafis dan Dokpol serta personel kepihak kepolisianan dari Satreskrim Polsek Tallo dan Polrestabes agar dalam waktu dekat meninggalkan lokasi.

Merespons insiden keributan itu, pihak kepolisian mencurigai seorang lelaki berbaju merah yang terlihat mencurigakan, setelah itu diamankan di lokasi kejadian. Belakangan diketahui dia tersangkanya.

“Itu dilakukan (ribut-ribut) supaya pihak kepolisian cepat pergi dari situ mengurusi kegiatan lain, ternyata ini merupakan tersangkanya bersama inisial I usia 19 tahun, dia merupakan tersangkanya,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Saat diamankan, tersangka mengakui perbuatannya setelah diinterogasi secara mendalam. Pelaku tega menjalankan perbuatan bejatnya, kepada pihak korban lantaran terbawa nafsu birahi.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, memang telah memperhatikan pihak korban sejak lama. Selain itu, dia juga pengguna narkotika dan kerap nonton film porno di ponselnya. Itu awal yang memicu dia menyaksikan anak umur 12 pada tahun ini,” ujar Kapolrestabes.

Modus yang dilakukan tersangka memanggil pihak korban demi dibelikan air mineral. Setelah pihak korban membelikannya, lalu disuruh membeli makanan.

Setelah pihak korban kembali mengangkutkan makanan ke tersangka, lalu diseret masuk rumah kosong.

“Korban langsung dibekap mulutnya, setelah itu dibenturkan kepalanya, lantaran memang meronta. Kepala pihak korban dibenturkan ke bawah (lantai) dan amat tidak manusiawi,” tutur Arya.

Tidak sampai di situ, lanjut Arya, perbuatan kejinya kembali dilancarkan tersangka. Setelah pihak korban pingsan, ia kembali menjalankan aksi bejatnya.

Mengenai penyebab kematian pihak korban, kata mantan Kapolres Metro Depok ini, pihaknya masih menunggu hasil otopsi secara resmi dan akan dijelaskan nanti oleh tim dokter.

Sementara itu, awal penemuan jenazah pihak korban, saat salah seorang masyarakat sekitar setempat bernama Mahyudin diberitahu orang yang hendak buang air kecil di rumah kosong tersebut menemukan kaki.

Saat dicek, ternyata mayat seorang anak wanita bersama kondisi telanjang dalam toilet, kepalanya di tutupi televisi tabung.

Saksi menginformasikan ke personel pihak kepolisian di pemukiman sekitar, setelah itu dilaporkan ke Polsek Tallo.

Setibanya di lokasi, personel lalu memasang garis pihak kepolisian demi pengamanan. Kemudian, jenazah pihak korban dibawa ke RS Bayangkara demi diotopsi

“Informasi ada penemuan mayat, kita menjalankan penutupan TKP dan berkoordinasi bersama Dokpol dan Inafis. Kita menunggu hasil pemeriksaan. Kalau pihak korban di bawah umur, seorang wanita, kelas tiga SD. Tim forensik masih mendalami, kami masih belum dapat mengonfirmasi luka di tubuh pihak korban,” kata Kapolsek Tallo AKP Asfada.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *