Bareskrim Tangkap Frans Antony! Teman SMA Fredy Pratama, Pengatur Keuangan Bisnis Narkoba

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri menangkap Frans Antony, sosok penting di balik jaringan bandar narkoba internasional Fredy Pratama.

Frans ditangkap di Malaysia dan pada saat ini tengah dipulangkan ke Indonesia demi menjalani pemeriksaan makin lanjut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso membenarkan penangkapan tersebut.

“Saat ini lagi dalam perjalanan dari Malaysia ke ndonesia,” kata Eko kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Berdasarkan foto yang diterima MediaMerdeka.com, Frans tampak digiring petugas di area bandara. Ia mengenakan sweater hitam, celana abu-abu, dan penutup kepala bermotif warna-warni.

Sejumlah petugas mengawal ketat proses pemulangannya ke Indonesia.

Polri menyebut Frans merupakan salah satu orang kepercayaan Fredy Pratama yang berperan mengendalikan keuangan jaringan narkoba tersebut.

Selain itu, Frans diketahui memiliki hubungan dekat bersama Fredy lantaran keduanya merupakan teman semasa SMA di Kalimantan Selatan.

Meski demikian, Bareskrim masih belum mengungkap secara rinci peran Frans dalam jaringan tersebut. Keterangan lengkap akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dilakukan.

Rekam Jejak Fredy Pratama

Fredy Pratama merupakan masyarakat sekitar negara Indonesia yang diduga mengendalikan peredaran narkoba dari Thailand.

Ia telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO sejak 2014 dan disebut memiliki jaringan yang beroperasi di sedikitnya 14 provinsi di Indonesia.

Dalam upaya memburu Fredy, Polri membentuk tim khusus melalui Operasi Escobar. Dari operasi tersebut, puluhan anggota jaringan Fredy sukses ditangkap.

Sejak September 2023 hingga Juli 2024, sesejumlah 65 tersangka yang terhubung bersama jaringan Fredy Pratama telah diamankan. Mereka dijerat bersama perkara tindak pidana narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penyidik memperkirakan perputaran uang jaringan tersebut mencapai Rp56 triliun.

Terbaru, pihak kepolisian juga mengungkap jaringan Fredy Pratama di Kalimantan Selatan yang diduga mengendalikan distribusi narkoba ke wilayah Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Dalam pengungkapan itu, lima orang yang diduga menjadi kaki tangan Fredy turut ditangkap.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *