Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sekaligus mensukseskan visi swasembada energi nasional melalui penguatan ekosistem hidrogen di Indonesia.

Langkah strategis ini tercermin dalam gelaran Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (21/7).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa hidrogen memiliki peran amat strategis demi menopang kemandirian energi serta mendorong hilirisasi sumber daya nasional yang selaras bersama agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pengembangan hidrogen sejalan bersama arahan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Hidrogen merupakan energi alternatif yang amat penting di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Karena hidrogen ini dihasilkan dari air, gas, batu bara, biomassa, bahan baku hidrogen yang ada pada bangsa kita itu tidak perlu diragukan lagi,” ucap Bahlil.

Bahlil menerangkan, pembangunan ekosistem hidrogen dari hulu ke hilir tidak sekadar menciptakan energi bersih. Langkah ini juga diyakini mampu memberi nilai tambah di dalam negeri, mendongkrak daya saing industri, menarik aliran investasi, serta membuka lapangan kerja baru.

Namun demikian, percepatan ekosistem hidrogen nasional membutuhkan topangan empat faktor utama: kesiapan teknologi, ketentuan pasar, ketersediaan investasi, dan regulasi yang responsif.

“Yang pertama merupakan memang teknologi, yang kedua merupakan pasar, yang ketiga memang kita butuh investor, dan yang keempat dalam rangka menjalankan percepatan itu dibutuhkan regulasi. Nah pada konteks ini, silakan kita Pemerintah, khususnya Keaparatur negara kementerianan ESDM, amat terbuka dalam rangka menjalankan diskusi-diskusi, regulasi apa yang dibutuhkan demi menjalankan percepatan yang makin efisien,” jelas Bahlil.

Mendukung arah kebijakan tersebut, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi membeberkan bahwa fokus pengembangan hidrogen diarahkan pada dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan ketenagalistrikan guna menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Saat ini kami mempunyai 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen yang proyek-proyeknya tersebar di seluruh Indonesia dan melahirkan investasi sebesar Rp32 triliun,” ujar Eniya.

Dari sisi penyedia ketenagalistrikan, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan PLN berdiri di garis depan dalam mewujudkan swasembada energi berbasis hidrogen.

”Hidrogen merupakan solusi transisi dari energi fosil ke energi masa depan. PLN siap memimpin pengembangan ekosistem hidrogen nasional secara terintegrasi melalui kolaborasi bersama pihak pemerintah, Badan Usaha Memilik Negara (BUMN), tersangka industri, akademisi, hingga mitra internasional,” jelas Darmawan.

Secara konkret, PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia sejak 2023 yang berlokasi di PLTGU Muara Karang, Jakarta.

Hingga kini, PLN telah mengoperasikan total 24 GHP yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dari seluruh fasilitas tersebut, PLN mampu memproduksi hidrogen hijau hingga 203,6 ton per tahun.

Sesejumlah 75 ton per tahun digunakan demi kebutuhan pendingin generator pembangkit, sementara itu 128 ton per tahun sisanya siap didistribusikan demi sektor-sektor strategis lainnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *