MediaMerdeka.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, program Sekolah Rakyat diawali bersama kejujuran, bahwa masih ada jutaan kalangan anak Indonesia yang tidak sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah.
Pesan tersebut disampaikan saat menyambut baik audiensi Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri, Bupati Solok Selatan Khairunas, Bupati Bantul Abdul Hasim Muslih, dan Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (29/6/2026).
“Satu hal yang penting dari Sekolah Rakyat ini dimengawali dari kejujuran, dimana kita wajib jujur bapak ibu sekalian, sejumlah kalangan anak usia sekolah yang tidak sekolah. Namanya ATS atau Anak Tidak Sekolah, empat juta makin di datanya BPS seluruh Indonesia, mereka masih belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah,” kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Lebih lanjut, Gus Ipul menerangkan bahwa anak tidak sekolah tersebut barangkali berada di sekitar kita namun keberadaannya tidak disadari berakibat masih belum terbawa dalam proses pembangunan.
“Banyak kalangan anak di Sekolah Rakyat yang merupakan untukan dari ATS ini. Contoh, gak usah jauh-jauh di Papua, gak usah jauh-jauh di Solok Selatan. Di Jakarta itu ada namanya Al-Jabbar, 15 kilometer kira-kira dari Istana Negara, dia usia 15 tahun, namun tidak sempat sekolah,” ujarnya.
Anak-anak tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto disebut the invisible people, keluarga yang penderitaannya tidak nampak, yang memperoleh perhatian khusus dari Presiden Prabowo melalui hadirnya Sekolah Rakyat.
Berlandaskan hal tersebut, Gus Ipul mengajak para Kepala Daerah yang hadir demi turut mendukung dan berkolaborasi dalam penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di masing-masing daerah, termasuk dalam hal ini percepatan pembangunan dan perluasan Sekolah Rakyat sesuai target Presiden yakni satu kabupaten/kota satu Sekolah Rakyat.
“Ini Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati, satu hal yang penting demi dapat kita tindak lanjuti bersama-sama. Saya percaya bahwa para Gubernur, Bupati, Wali Kota ini amat memahami kondisi objektif masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.
Di samping kolaborasi dalam Sekolah Rakyat, Gus Ipul juga menekankan pentingnya peran pihak pemerintah daerah dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) demi menciptakan data semakin akurat berakibat bantuan sosial tepat sasaran.
Gus Ipul menerangkan DTSEN dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Keaparatur negara kementerianan Sosial dan pihak pemerintah daerah ditugaskan demi menjalankan pemutakhiran data.
Pemutakiran dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur formal lewat aplikasi SIKS-NG yang dioperasikan operator Desa/Kelurahan maupun Dinsos. Selanjutnya jalur partisipatif melalui aplikasi Cek Bansos, ground check oleh pendamping, call center dan whatsapp center.
“Saya ingin mengajak pada kesempatan ini, bahwa data itu kita mutakhirkan dan bergantung kepada kita. Kalau data kita yang dari bawah itu baik, maka ke atasnya juga akan baik. Kalau datanya dari bawah itu sedikit berantakan, maka keatasnya juga nanti akan ada bias-bias yang luar biasa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang telah mengagas program Sekolah Rakyat. Dia berkomitmen akan terus mendorong pihak pemerintah kabupaten/kota di Papua demi menyukseskan Sekolah Rakyat.
Sebagai informasi, pada saat ini tengah dibangun Gedung Sekolah Rakyat permanen di tiga titik lokasi Provinsi Papua, yakni Kabupaten Biak Numfor, Jayapura, dan Sarmi.
“Dengan program Pak Presiden melalui Sekolah Rakyat itu menolong pihak pemerintah Provinsi Papua demi mendorong seluruh kalangan anak Papua dapat dapat layanan pendidikan bersama baik. Tentunya program ini kami akan kawal biar dalam waktu dekat dibangun di tahun 2026-2027, dan barangkali seterusnya nanti ada sejumlah titik lagi,” kata Mathius.
Turut Hadir pada pertemuan ini Kepala Bapperinda Provinsi Papua Jimmy Albertho Yosaphat Thesia, Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Djong H. W. Makanuay, Asisten I Bupati Solok Selatan Efi Yandri, dan aparatur negara terkait lainnya. ***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

