Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan publik. Di tengah berkembangnya berbagai informasi mengenai pihak-pihak yang diduga terkait dalam perkara tersebut, Kepala Staf Kekepala negaraan (KSP) Dudung Abdurachman membantah tegas tudingan yang mengaitkan dirinya bersama kepemilikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Menanggapi isu tersebut, Dudung menerangkan bahwa keterlibatannya selama ini cuma sebatas menolong menjembatani komunikasi antara pengelola pesantren bersama Badan Gizi Nasional (BGN) agar para santri dapat menjadi penerima manfaat program MBG.

Menurut Dudung, sekitar enam hingga tujuh bulan lalu sejumlah pengurus pesantren menyampaikan kepadanya keinginan agar pesantren mereka dapat menjadi sasaran program MBG.

Beberapa pesantren yang dimaksud memiliki jumlah santri mencapai ribuan orang berakibat dinilai mebarangkalikan demi menjadi titik layanan dapur MBG.

Karena di pesantren itu kan ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, berakibat dapat ditetapkan sebagai titik demi dapurnya,” ujar Dudung, Rabu (10/6/2026).

Ia menuturkan, pihak pesantren lalu mengimbau dirinya demi mempertemukan mereka bersama Dadan Hindayana yang saat itu menjabat sebagai Kepala BGN.

Setelah proses perkenalan dilakukan, Dudung mengaku tidak lagi mengikuti perkembangan komunikasi maupun tindak lanjut program tersebut.

“Akhirnya saya sampaikan Pak Dadan, ‘Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurahman staf saya’. Akhirnya silakanlah mereka berhubungan. Mereka berhubungan saya telah tidak mengerti apa-apa,” tuturnya.

Dudung juga membeberkan bahwa hingga kini pembangunan dapur SPPG yang dimaksud masih belum terealisasi.

“Rupanya sampai kini prosesnya pun masih belum berakhir, bangunnya, dapurnya pun masih belum terbangun. Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya,” katanya.

Untuk diketahui, Sebuah cuitan viral di media sosial mengenai 20 nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini diketahui, salah satunya diunggah dalam akun Thread @suzan18706, bersama keterangan “Bocor halus semoga benar adanya…Isunya nama-nama ini yang terlibat korupsi MBG”. Tertulis dalam unggahan, salah satu yang diduga terlibat yakni Kepala BGN, Nanik S Deyang yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto. Selain itu juga tertulis Patris Rumbayan ibunya Tedy, Ketua DPRD Jatim dan Jateng, Suwardi Samira, Dudung lewat kepala BGN, Puti Sari Gerindra komisi 9, D Mahari komisi 9, Yahya zaini, Wihardi banggar, Cucun Ahmad, ketua dan seluruh wakil banggar, Bima Arya Wamendagri, Wamenaker Feri, Ahmad Riza Patria, Ketua Komisi 9, dan seluruh wakil ketua KOM 9 kecuali Charles Honoris dan seluruh poksi komisi 9.

Meski demikian, seluruh informasi tersebut tetap wajib diuji melalui proses hukum yang objektif dan berdasarkan alat bukti yang memadai. Karena itu, publik kini menunggu langkah Kejaksaan Agung demi menindaklanjuti setiap keterangan yang akan disampaikan oleh Sony Sonjaya sebagai justice collaborator.

Karena itu, publik kini menunggu langkah Kejaksaan Agung dalam menindaklanjuti setiap keterangan yang disampaikan Sony Sonjaya sebagai justice collaborator.

Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang nantinya disebutkan diharapkan dilakukan secara profesional dan akuntabel guna mengungkap secara terang pihak yang benar-benar terlibat sekaligus menyerahkan ketentuan hukum untuk mereka yang tidak terbukti memiliki keterkaitan bersama perkara tersebut.

Status Sony Sonjaya sebagai justice collaborator dinilai berpotensi menjadi pintu masuk penting demi mengungkap dugaan praktik korupsi yang makin luas dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Meski demikian, penetapan pihak yang bertanggung jawab tetap sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *