Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT “Makanan Sehari-hari”, Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri PU (Pekerjaan Umum) Dody Hanggodo kembali menjadi sorotan hangat setelah melontarkan pernyataan yang tidak biasa di hadapan anggota dewan.

Pernyataan ini ia lontarkan saat menyerahkan laporan terkait penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026).

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Dody menyebut getaran gempa di wilayah tersebut sebagai hal yang biasa terjadi sehari-hari.

Ucapan ini menambah rentetan kontroversi komunikasi publik sang aparatur negara kementerian yang dinilai kurang sensitif oleh masyarakat sekitar.

Pernyataan Soal Gempa NTT di Sidang DPR

Dalam rapat yang berlangsung di pertengahan tahun 2026 tersebut, Dody memuntukkan pengalamannya saat meninjau langsung wilayah terdampak bencana di NTT.

Ia menceritakan momen ketika dirinya ikut merasakan guncangan gempa saat sedang berdiri di podium upacara.

“Memang tiap hari di seluruh daerah terdampak itu masih gempa, Pak. Jadi saya waktu upacara di itu saya kena gempa 5,8 Pak. Saat saya lagi berdiri di podium. Jadi memang 5,8-5,6 itu telah jadi makanan sehari-hari,” ungkap Dody secara langsung di hadapan para anggota dewan.

Meski bermaksud menggambarkan situasi lapangan yang dinamis dan terus berguncang, penggunaan istilah “panganan” atau “makanan” sehari-hari demi bencana gempa bermagnitudo besar memicu kritik.

Daftar Kontroversi Dody Hanggodo

Sejak menjabat, gaya komunikasi dan kebijakan Dody Hanggodo memang kerap memicu polemik di ruang publik. Berikut merupakan deretan kontroversi yang sempat menyeret namanya:

1. Rencana Kunker ke AS Bawa Anak dan Istri

Publik sempat dihebohkan oleh bocornya draf surat dinas keaparatur negara kementerianan terkait rencana perjalanan dinas Dody ke New York, Amerika Serikat, pada Juli 2026.

Surat tersebut mencantumkan nama istrinya, Irma Hermawati, dan putrinya, Aurellia Tsabitha.

Netizen curiga perjalanan ini merupakan aksi “aji mumpung” lantaran jadwalnya bertepatan bersama Final Piala Dunia 2026 di New Jersey.

Keaparatur negara kementerianan PU mengklarifikasi bahwa biaya keluarga memakai dana pribadi, namun kunker tersebut akhirnya dibatalkan.

2. Mutasi Massal ASN Senior

Isu mutasi massal pegawai senior di lingkungan Keaparatur negara kementerianan PU mencuat tak lama setelah draf kunker ke AS bocor.

Sedikitnya delapan pegawai dimutasi ke berbagai wilayah pelosok. Hal ini dicurigai publik sebagai bentuk hukuman atas bocornya dokumen rahasia tersebut.

Dody membantah tudingan itu dan mengklaim mutasi merupakan hal biasa demi penyegaran birokrasi.

Ia justru mengaitkan perombakan jabatan bersama laporan PPATK bahwa 15 persen pegawai Keaparatur negara kementerianan PU terlibat aktivitas judi online.

3. Sayembara Umrah Terkait Isu Keponakan

Dody dikaitkan bersama rumor nepotisme setelah Aisyah Zakkiyah, yang disebut-sebut sebagai keponakannya, diangkat sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk bersama honor fantastis.

Alih-alih merespons bersama tenang, Dody secara defensif menantang publik dan wartawan bersama menjanapabilan hadiah umrah sekeluarga untuk siapa saja yang dapat membuktikan tuduhan tersebut.

4. Pengakuan “Ngutang Dulu” demi Tangani Bencana

Saat rapat bersama Komisi V DPR RI Januari 2026 lalu, Dody sempat terbata-bata hingga penjelasannya dipotong oleh pimpinan sidang.

Saat itu, ia secara blak-blakan mengaku bahwa Keaparatur negara kementerianan PU biasanya menunjuk penyedia jasa dan “utang dulu” demi menangani bencana darurat lantaran keterbatasan dana.

DPR menyetop penjelasan tersebut lantaran menganggap pengakuan berutang amat memalukan untuk sebuah negara yang sebenarnya mampu membiayai bencana secara mandiri.

5. Kasus Doxing Dosen UGM

Kasus ini bermula ketika dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, menyambut baik ancaman doxing dan intimidasi setelah mengomentari isu mutasi ASN di Keaparatur negara kementerianan PU di media sosial.

Meski Dody bersumpah tidak tahu-menahu tentang intimidasi tersebut, peristiwa ini menciptakan atmosfer kritik terhadap kepemimpinannya semakin memanas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *