Sindikat Perdagangan Daging Kucing Digulung, Ratusan Anabul Berhasil Diselamatkan

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Kepihak kepolisianan Vietnam menyita makin dari 400 kucing curian dalam operasi besar-besaran yang membongkar jaringan perdagangan daging kucing di Kota Ho Chi Minh.

Penggerebekan tersebut mengungkap praktik pencurian hewan peliharaan yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Melansir Aljazeera, Rabu (17/6/2026), makin dari 40 kucing yang sukses diselamatkan telah dipertemukan kembali bersama pemiliknya.

Namun, puluhan kucing lainnya dilaporkan mati akibat kondisi penampungan yang buruk saat ditemukan petugas.

Kepala kampanye penghentian konsumsi daging anjing dan kucing dari Humane World for Animals, Karanvir Kukreja, menyebut operasi tersebut sebagai pengingat akan besarnya skala perdagangan daging kucing di Vietnam.

“Kasus ini menjadi pengingat yang menyadarkan tentang besarnya jaringan perdagangan daging kucing yang masih beroperasi di Vietnam,” kata Kukreja dalam pernyataannya.

Pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan atas serangkaian laporan pencurian hewan peliharaan di Kota Ho Chi Minh.

Hasil penyelidikan mengarahkan pihak kepolisian pada jaringan perdagangan daging kucing yang lalu berujung pada penangkapan sembilan tersangka.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan 45 kandang yang berisi sekitar 400 kucing hidup.

Selain itu, ditemukan pula empat kotak penyimpanan berisi es yang menampung sekitar 80 bangkai kucing. Di lokasi berbeda, pihak kepolisian juga menemukan 21 kucing hidup lainnya.

Divisi Kepihak kepolisianan Kriminal Kota Ho Chi Minh menyebut para tersangka mengaku telah menangkap dan mengumpulkan kucing dari berbagai wilayah di Vietnam selatan selama tiga tahun terakhir, termasuk di Kota Ho Chi Minh, Provinsi Tay Ninh, dan An Giang.

Kukreja menyebutkan jutaan hewan setiap tahunnya berisiko menjadi pihak korban pencurian demi memenuhi permintaan perdagangan daging anjing dan kucing. Hewan-hewan tersebut umumnya ditangkap dari jalanan atau dicuri dari pemiliknya semasih belum dijual demi dikonsumsi.

Sementara itu, perwakilan organisasi Vietnam Cat Welfare, Chris Gindelhumer, yang turut menolong proses penyelamatan dan perawatan kucing, mengaku menyaksikan sejumlah momen haru selama proses identifikasi hewan oleh para pemilik.

“Sungguh mengharukan menyaksikan sejumlah keluarga datang demi mencari kucing mereka. Namun di sisi lain, ada pula keluarga yang pulang bersama kesedihan lantaran tidak menemukan hewan peliharaan mereka,” ujarnya.

Menurut Gindelhumer, para dokter hewan dan relawan bekerja tanpa henti demi merawat ratusan kucing yang sukses diselamatkan dari jaringan tersebut.

Saat ini, konsumsi daging anjing dan kucing masih legal di Vietnam. Penjual diwajibkan memiliki izin yang membuktikan asal-usul hewan yang diperdagangkan.

Meski demikian, sejumlah daerah, termasuk Kota Hoi An, mengawali bekerja sama bersama organisasi kesejahteraan hewan internasional demi mengurangi hingga menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing.

Setelah Korea Selatan mengesahkan larangan perdagangan daging anjing pada 2024, pihak pemerintah Vietnam juga menegaskan tengah mengkaji reformasi sejumlah regulasi guna memperkuat perlindungan terhadap hewan peliharaan serta hak-hak pemiliknya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *