Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?

admin
By
admin
6 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keputusan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V langsung menyita perhatian.

Langkah itu bukan sekadar perebutan satu kursi di Senayan, namun juga dipandang sebagai upaya menantang dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di wilayah yang selama ini dikenal sebagai “Kandang Banteng”.

Tak tanggung-tanggung, dapil yang dipilih Kaesang juga dikenal sebagai “Dapil Neraka”.

Wilayah yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo itu selama bertahun-tahun menjadi basis tokoh-tokoh besar PDIP, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani.

Karena itu, pencalonan Kaesang tak cuma dibaca sebagai strategi elektoral, namun juga pertarungan simbolik.

Mampukah PSI mewujudkan ambisinya mengubah Jawa Tengah menjadi “Kandang Gajah”, atau justru kembali membuktikan kokohnya dominasi PDIP?

Mengapa Memilih Jateng V?

Pilihan Kaesang maju dari Dapil Jawa Tengah V disebut bukan keputusan mendadak.
Rencana tersebut telah dibahas sejak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar sebagai untukan dari strategi penempatan kader di daerah yang memiliki nilai politik penting.

Ketentuan itu lalu diumumkan dalam agenda partai di Solo.

“Alhamdulillah dua hari lalu di acara Rakorda PSI Solo, beliau menyampaikan bersama tegas bahwa beliau akan maju menjadi calon anggota legislatif dari Dapil 5 Jawa Tengah, yakni Solo dan sekitarnya,” kata Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo atau Bestari, Selasa (28/7/2026).

Menurut Bestari, pilihan tersebut berkaitan erat bersama visi besar PSI menjadikan Jawa Tengah sebagai basis politik baru partai.

Ambisi itu bahkan telah disampaikan Kaesang sejak awal tahun ketika mendeklarasikan Jawa Tengah sebagai “Kandang Gajah”.

Seberapa Kuat “Kandang Banteng”?

Optimisme PSI akan diuji oleh realitas politik di lapangan. Sebab, Dapil Jawa Tengah V selama ini menjadi salah satu basis terkuat PDIP.

Pada Pemilu 2014, dari total 2.010.828 suara sah, PDIP sukses mengamankan tiga dari delapan kursi DPR RI yang diperebutkan.

Di pemilu yang sama, Puan Maharani meraih 326.927 suara, menjadikannya salah satu caleg bersama perolehan suara tertinggi secara nasional.

Dominasi itu berlanjut pada Pemilu 2019. Puan kembali mencatatkan rekor nasional bersama 404.034 suara, disusul politikus PDIP Aria Bima yang juga meraih dukungan besar di dapil tersebut.

Meski perolehan suaranya menurun pada Pemilu 2024, Puan tetap menjadi caleg bersama suara tersejumlah di Dapil Jawa Tengah V setelah memperoleh 297.366 suara.

Rekam jejak itu memperlihatkan bahwa Jawa Tengah, khususnya Solo Raya, masih menjadi benteng politik PDIP yang tidak mudah ditembus.

Modal Besar Jokowi

Di sisi lain, Kaesang memiliki modal politik yang tak dimiliki sejumlah calon lain: pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.

Sebagai putra bungsu Jokowi, Kaesang diperkirakan akan mendapat dukungan langsung dari sang ayah selama masa kampanye.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai efek Jokowi masih cukup kuat, terutama di Solo dan wilayah sekitarnya. Hal itu dapat menjadi modal penting yang dapat menolong Kaesang meraih suara signifikan.

“Kaesang potensial meraup suara layak di Dapil Jateng V mengingat dominasi dan pengaruh Jokowi juga ada di wilayah itu,” kata Dedi kepada MediaMerdeka.com.

Namun, modal figur masih belum tentu cukup demi menggoyahkan dominasi PDIP.

Analis Politik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai Dapil Jawa Tengah V merupakan basis politik yang telah dibangun PDIP selama puluhan tahun melalui jaringan organisasi, struktur partai, dan hubungan yang kuat bersama pemilih.

Menurutnya, dalam sistem politik Indonesia, popularitas tokoh memang penting, namun kemenangan tetap amat ditentukan oleh kekuatan mesin partai di tingkat akar rumput.

“Kesuksesan Kaesang akan amat bergantung pada kemampuan PSI membangun sel-sel dukungan politik yang efektif hingga tingkat akar rumput, bukan cuma mengandalkan figur ketua umum,” jelas Kristian kepada MediaMerdeka.com.

Lebih dari Sekadar Mencari Kursi DPR

Keputusan Kaesang bertarung di wilayah yang menjadi basis lawan merupakan strategi politik yang sarat makna.

Kristian menyebut seorang ketua umum partai bagaikan Kaesang, tidak senantiasa memilih daerah yang mudah dimenangkan. Bertarung di basis lawan dapat menjadi pesan bahwa partainya siap bersaing secara langsung bersama kekuatan politik dominan.

Pencalonan Kaesang dapat dibaca bukan cuma sebagai upaya memperoleh kursi DPR, namun juga sebagai strategi memperkuat posisi PSI di Jawa Tengah, khususnya di Solo Raya yang memiliki nilai emosional untuk keluarga Jokowi.

Menurut Kristian, pilihan Solo juga mengandung simbol politik yang kuat.

Kota itu merupakan tempat lahir dan berkembangnya karier politik Jokowi, berakibat memiliki kedekatan emosional bersama masyarakat sekitar.

“Strategi dan simbol politik dalam kasus ini tidak saling bertentangan, melainkan berjalan bersamaan,” ungkapnya.

Pertarungan Politik atau Pertarungan Keluarga?

Dedi Kurnia Syah menyaksikan peluang Kaesang lolos ke Senayan cukup terbuka apabila PSI mampu memenuhi ambang perolehan suara di dapil tersebut.

Namun, ia menilai menggoyahkan dominasi Puan Maharani bukan perkara mudah.

“Apakah dapat menggeser dominasi Puan, ini yang masih belum tentu terjadi lantaran pertarungan Pileg miliki porsi minimum, berakibat mebarangkalikan apabila PSI sukses lolos maka baik Kaesang maupun Puan tetap dapat lolos bersamaan,” ujarnya.

Lebih jauh, Dedi menilai pertarungan ini memiliki dimensi yang makin besar daripada sekadar kompetisi antarpartai.

“Kaesang jelas berambisi demi melawan PDIP secara langsung, perseteruan Megawati dan PDIP bersama Jokowi telah bukan lagi ranah politik murni, untuk Kaesang jelas itu pertarungan keluarga,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *